Kadin dan UGM Jalin Kerja Sama
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin sinergi dengan Perguruan Tinggi.
Perbaikan jalan di depan pasar Bantul, Senin (6/11/2017). (Herlambang Jati Kusumo/JIBI/Harian Jogja)
Perbaikan jalan di depan pasar Bantul yang ditargetkan selesai pada akhir tahun dikeluhkan karena mengurangi pendapatan para pedagang
Harianjogja.com, BANTUL--Perbaikan jalan di depan pasar Bantul yang ditargetkan selesai pada akhir tahun dikeluhkan karena mengurangi pendapatan para pedagang pasar.
Menurut salah satu pedagang pakaian yang kerap disapa Mbah Sugeng, pendapatannya turun sekitar 20% dari pendapatannya dulu. "Berkurangnya pengunjung ya mungkin mereka masih kurang nyaman jika berkunjung ke sini banyak debu. Harapannya dapat segera selesai sesuai target pemerintah," katanya, Senin (6/11/2017).
Dirinya juga berharap pendapatannya dapat lebih dari dulu setelah diperbaiki dan diperindah halaman di depan pasar. Senada dengan Mbah Sugeng, Warmi, pedagang lain mengatakan pendapatannya juga menurun karena sepi. "Biasanya ada mobil-mobil di depan tapi kan sekarang masih susah buat parkir saja. Ya walaupun belum pasti beli juga, setidaknya ada harapan kalau ramai," kata Warmi.
Dia juga berharap nantinya tidak hanya jalan yang diperbaiki namun juga dukungan pemerintah untuk mengajak masyarakat berkunjung ke pasar juga ditingkatkan.
Sementara itu Sekretaris Daerah Bantul, Riyantono. Mengatakan optimis penyelesaian pembangunan jalan tersebut tepat waktu dan dapat membuat wajah baru Bantul lebih baik dan juga keamanan berkendara lebih terjamin.
"Untuk membangun jalan jendral Sudirman ada dua alasan, pertama alasan keselamatan, dan pengen ada ibukota yang tampak. Kita ketahui bersama awalnya akar menjalar ke jalan, sehingga banyak pihak mengeluhkan. Itu alasan utamanya," katanya.
"Kita juga ingin view kota Bantul dengan gambaran yang jelas, para wisatawan atau pengunjung tahu gambaran yang jelas terkait pengunjung sebelumnya kan belum kelihatan," ujarnya.
Dia juga mengakui saat ini juga memang masih panas karena masih dalam proses pembangunan. "Kita juga sudah melakukan sosialisasi ke pedagang, masyarakat di jalan protokol. Ya memang pembangunan tidak seluruhnya dapat memuaskan jadi banyak pihak yang mengeluhkan apa lagi sekarang. Ya sabar ditunggu akhir tahun ini selesai," ujarnya.
Pembangunan itu juga akan bertahap ditahun 2018 namun tidak signifikan yang berupa penyempurnaan yang juga diusulkan dengan dana sekitar Rp4 miliar. "Di depan pasar Bantul nantinya juga akan dibuat untuk panggung hiburan, kuliner dan kegiatan lainnya," ujar Riyantono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin sinergi dengan Perguruan Tinggi.
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Dua wakil Indonesia lolos ke babak utama Malaysia Masters 2026, drama kualifikasi warnai hasil di Axiata Arena Kuala Lumpur.
Samsung Messages resmi dihentikan Juli 2026. Pengguna Galaxy wajib pindah ke Google Messages. Simak cara backup data dan jadwalnya.
Gerbang Tol Trihanggo Sleman usung siluet Ratu Boko dan aksara Jawa, jadi ikon budaya baru di Tol Jogja–Solo.