Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Para warga melakukan tandatangan di spanduk bertuliskan “Ayo Pindah Pusat Pemerintahan Kemari, SERASI Smart City” di Jembatan Biru, Semurup, Asinan, Tuntang, Minggu (3/4/2016). Aksi ini digelar sebagai desakan pada Pemkab Semarang agar segera membangun smart city sebagai ibu kota dan pusat pemerintahan yang baru. (Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com)
Kesenjangan digital jadi tantangan Smart City
Harianjogja.com, JOGJA-- Kesenjangan digital menjadi masalah yang menghambat pembentukan smart city di Indonesia. Pembangunan jaringan internet yang memadai perlu segera dilakukan agar tidak ada kesenjangan antara akses internet di satu daerah dengan daerah lain.
Rektor Universitas Multimedia Nasional (UMN), Ninok Leksono, menyampaikan terbentuknya smart city sudah menjadi wacana sejak 10 tahun lalu dan saat ini menurutnya pemerintah harus mulai fokus untuk menggarap program tersebut secara lebih serius. Hal itu penting dilakukan mengingat perkembangan teknologi digital yang semakin berkembang saat ini.
Menurutnya, jalur internet yang cepat dan ketersediaan listrik yang tidak mudah padam merupakan infrastruktur krusial yang perlu diperhatikan dalam terwujudnya smart city.
Ia berharap agar jangan sampai kemajuan teknologi tidak dirasakan nyata oleh masyarakat secara keseluruhan. “Jangan sampai ada kesenjangan digital. Misalnya akses internet Jakarta cepat sementara tidak pada kota lain,” katanya sesuai membuka Konferensi Internasional: Conmedia 2017 & Icon-Sonics 2017 di Hotel Santika, Rabu (8/11/2017).
Ia menyinggung program pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dalam pembangun jaringan Palapa Ring yang urung selesai sampai saat ini. Padahal menurutnya infrastruktur tersebut sangat menunjang pemerataan akses internet di semua daerah di Indonesia.
Ninok juga mengatakan, demi mewujudkan target pemerintah untuk mengadakan 100 smart city di Indonesia perlu sinergi antara pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat. Kendati demikian, smart city memberi kesempatan bagi daerah untuk dapat berkembang secara mandiri.
Sementara itu, Ketua Acara Konferensi Internasional: Conmedia 2017 & Icon-Sonics 2017, Hugeng, mengatakan saat ini kota yang sudah dicanangkan menjadi smart city masih sebatas kota metropolis seperti Jakarta, Surabaya, Bogor, dan Bandung. Menurutnya, smart city sangat ditunjang dari teknologi. Tidak hanya teknologi dalam ekonomi tetapi juga dalam teknologi lalu lintas.
“Kebanyakan teknologi CCTV di kota hanya sekedar pemantauan, kurang pembacaan data dan pengendaliannya. Alangkah baiknya begitu masuk CCTV, langsung keluar datanya [pelanggaran lalu lintas],” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
SPMB Bantul 2026 resmi ditetapkan. Pendaftaran SMP full online dengan sistem RTO, ini syarat, jalur, dan kuotanya.
Hari Jadi Sleman ke-110 berlangsung meriah. Sri Sultan HB X tekankan refleksi dan pelestarian budaya di tengah modernisasi.
Persija menang 3-0 atas Semen Padang di laga terakhir Super League 2026. Gustavo Almeida cetak dua gol, Macan Kemayoran finis ketiga.
Empat mahasiswa Indonesia raih penghargaan di EuroMUN 2026 di Belanda, bukti kualitas generasi muda di level global.
Mahasiswa UGM dan UIN adu inovasi mengubah eks tambang timah Belitung menjadi desa wisata berkelanjutan berbasis lingkungan dan ekonomi kreatif.