Rendah Hati, Probosutedjo Suka Bangun Pagar
Sekitar 2.500 tilang diterbitkan per hari selama pelaksanaan Operasi Zebra Progo 2017
Harianjogja.com, SLEMAN-Sekitar 2.500 tilang diterbitkan per hari selama pelaksanaan Operasi Zebra Progo 2017. Setidaknya 1.000 sepeda motor juga ditahan di kantor polisi dengan alasan ketiadaan surat-surat kendaraan.
Dirlantas Polda DIY, Kombes Pol Usman Latif mengimbau masyarakat untuk segera mengambil kendaraannya yang terpaksa ditahan. “Seribuan ada, diimbau untuk segera diambil dengan berbekal kelengkapan identitas,” ujarnya, Selasa (14/11/2017).
Warga yang sudah menjalani sidang pelanggaran yang dilakukan diminta segera mengurus kendaraannya. Pasalnya, pihak kepolisian juga memiliki keterbatasan ruang untuk menampung kendaraan tersebut termasuk dari segi keamanan.
Terkait jumlah tilang yang dikeluarkan, Dirlantas mengatakan jika sebagian besar didominasi oleh pelanggaran kasat mata. Petugas menyasar sejumlah pelanggaran yang juga bisa menyebabkan kecelakaan di lalu lintas seperti penggunaan spion, helm, pelanggaran marka dan rambu-rambu serta melawan arus.
Pelanggaran paling banyak tetap dilakukan oleh pengendara sepeda motor khususnya yang masih berusia produktif, antara 17 sampai 25 tahun.
Berdasarkan rekap data Polda DIY, telah diterbitkan 33.913 tilang hingga 13 November. Selain itu, petugas juga memberikan teguran kepada pengguna jalan sebanyak 12.461.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek jadwal bus DAMRI Bandara YIA ke Jogja dan Sleman Sabtu 23 Mei 2026 lengkap dengan rute dan tarif terbaru.
Pekan terakhir Liga Spanyol 2025/2026 diwarnai kekalahan Barcelona, kemenangan Real Madrid, dan drama degradasi Mallorca serta Girona.
BGN menegaskan pengajuan dapur MBG atau SPPG gratis tanpa pungutan biaya setelah muncul dugaan penjualan titik MBG di sejumlah daerah.
Jadwal angkutan KSPN Malioboro menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini Kamis 21 Mei 2026 lengkap dengan tarif terbaru.
Mobil anggota DPR RI Gus Hilman mengalami kecelakaan di Tol Pasuruan-Probolinggo yang menewaskan dua staf pendamping rombongan.