Prakiraan Cuaca DIY 31 Oktober, Kulonprogo dan Sleman Hujan

Sunartono
Sunartono Sabtu, 31 Oktober 2026 05:57 WIB
Prakiraan Cuaca DIY 31 Oktober, Kulonprogo dan Sleman Hujan

Ilustrasi. /Antarafoto- Rahmad

Harianjogja.com, JOGJA—Prakiraan cuaca DIY pada Sabtu (31/10/2026) menunjukkan kondisi yang berbeda di lima kabupaten/kota. Kulonprogo dan Sleman berpotensi mengalami hujan ringan, sedangkan Bantul, Gunungkidul, dan Kota Jogja diprakirakan mengalami udara kabur.

Berdasarkan data prakiraan yang dirilis Badan Meteorologi, suhu udara di wilayah DIY relatif merata, yakni berkisar 22–31 derajat Celsius. Sementara itu, tingkat kelembapan udara berada pada rentang 65–99%.

Berikut rincian prakiraan cuaca di masing-masing wilayah DIY pada Sabtu (31/10/2026):

Prakiraan Cuaca Kulonprogo hingga Kota Jogja

1. Kulonprogo

Wilayah Kulonprogo diprakirakan mengalami hujan ringan. Suhu udara berkisar 22–31 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan mencapai 73–98%.

2. Bantul

Cuaca di Bantul diprakirakan berupa udara kabur. Temperatur harian berada pada kisaran 22–31 derajat Celsius, sedangkan kelembapan udara berkisar 65–99%.

3. Gunungkidul

Gunungkidul diprediksi mengalami udara kabur dengan suhu 23–31 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara diprakirakan berada pada rentang 69–94%.

4. Sleman

Sleman berpotensi diguyur hujan ringan. Suhu udara diperkirakan berkisar 22–31 derajat Celsius dengan kelembapan antara 73–98%.

5. Kota Jogja

Kondisi udara kabur juga diprakirakan terjadi di Kota Jogja. Suhu harian berada pada kisaran 22–31 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan 68–98%.

Imbauan bagi Masyarakat

Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diimbau memperhatikan kondisi cuaca di wilayah masing-masing. Pengendara kendaraan bermotor perlu menjaga konsentrasi dan mengurangi kecepatan, terutama ketika melintasi jalan yang diguyur hujan karena permukaan jalan berisiko licin.

Sementara itu, warga yang beraktivitas di wilayah dengan kondisi udara kabur, yakni Bantul, Gunungkidul, dan Kota Jogja, disarankan menyalakan lampu kendaraan untuk membantu menjaga keselamatan berkendara.

Masyarakat juga diimbau memantau informasi cuaca resmi secara berkala sebelum melakukan perjalanan atau aktivitas di luar ruangan.

Masa pancaroba atau peralihan musim dari kemarau ke penghujan sering kali ditandai dengan perubahan cuaca yang sangat dinamis, mulai dari panas terik yang mendadak berubah menjadi hujan lebat disertai angin kencang.

Fenomena alam ini tidak hanya berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan pohon tumbang, tetapi juga berdampak langsung pada penurunan daya tahan tubuh sehingga rentan terhadap berbagai penyakit seperti flu, batuk, demam berdarah, dan gangguan pencernaan.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan, menjaga pola hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi, serta memantau informasi prakiraan cuaca resmi guna mengantisipasi segala risiko yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online