BMKG Prediksi Hujan Sedang-Lebat di Utara DIY hingga 29 Oktober

Ariq Fajar Hidayat
Ariq Fajar Hidayat Senin, 26 Oktober 2026 20:37 WIB
BMKG Prediksi Hujan Sedang-Lebat di Utara DIY hingga 29 Oktober

Foto ilustrasi hujan di perkotaan, dibuat menggunakan Artificial Intelligence/AI.

Harianjogja.com, JOGJA—Hujan yang kembali turun di sejumlah wilayah DIY setelah berbulan-bulan mengalami kekeringan belum menjadi penanda dimulainya musim hujan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta memperkirakan potensi hujan meningkat dalam beberapa hari ke depan, terutama di wilayah utara DIY, akibat pengaruh gelombang atmosfer Madden-Julian Oscillation (MJO).

Potensi peningkatan hujan tersebut diprakirakan berlangsung hingga Kamis (29/10/2026). Masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemungkinan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Prakirawan BMKG Yogyakarta, Sity Winesari, menjelaskan MJO merupakan gelombang atmosfer yang bergerak dari Samudra Hindia menuju Samudra Pasifik, atau dari barat ke timur. Ketika melintasi suatu wilayah, fenomena ini dapat mendorong pertumbuhan awan hujan.

Saat ini, MJO melintasi Pulau Jawa, termasuk DIY. Kondisi tersebut berkontribusi terhadap meningkatnya potensi hujan dalam beberapa hari mendatang.

"Selain faktor MJO, terdapat faktor konvergensi atau pumpunan angin dan perlambatan massa udara yang meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan dengan intensitas sedang-lebat, terutama di wilayah Utara DIY," kata Sity, Senin (26/10/2026).

Hujan Belum Menandai Awal Musim Hujan

Meski hujan kembali mengguyur sejumlah daerah, BMKG menegaskan keberadaan MJO tidak serta-merta menandakan musim hujan telah dimulai. Pengaruh fenomena tersebut terhadap cuaca bersifat fluktuatif sehingga kondisi di suatu wilayah masih dapat berubah.

Awal musim hujan 2026 di DIY diprakirakan terjadi pada dasarian III November, yakni periode 21-30 November.

Sebelumnya, hujan ringan hingga sedang mengguyur sebagian besar wilayah DIY pada Sabtu (24/10/2026) dan berlangsung hampir sepanjang hari. Cuaca mendung masih bertahan hingga Minggu (25/10/2026), sementara hujan ringan kembali turun di sebagian wilayah pada Senin (26/10/2026).

Hujan tersebut datang setelah sejumlah wilayah DIY mengalami kekeringan selama berbulan-bulan. Namun, masyarakat tetap perlu mengantisipasi potensi hujan sedang hingga lebat dalam beberapa hari ke depan, khususnya di wilayah utara DIY.

BPBD DIY Petakan Wilayah Rawan Bencana

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mulai menyiapkan langkah mitigasi untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi menjelang musim hujan.

Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryata, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan BMKG untuk menyusun pemetaan wilayah yang berpotensi terdampak bencana. Pemetaan tersebut akan memadukan prediksi curah hujan dari BMKG dengan data kejadian bencana hidrometeorologi di DIY selama tiga tahun terakhir.

Data gabungan itu selanjutnya menjadi bahan koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis serta BPBD kabupaten/kota pada pekan depan. Langkah tersebut ditujukan untuk mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan perhatian dalam mengantisipasi bencana hidrometeorologi saat musim hujan tiba.

"Untuk sampai akhir November masih hujan ringan sampai sedang. Kita fokus ke kekeringan dulu," kata Ruruh.

Warga Diminta Periksa Lingkungan

Di tengah persiapan pemerintah, BPBD DIY mengingatkan masyarakat agar mulai memeriksa kondisi lingkungan masing-masing. Warga diminta mewaspadai pohon rapuh, terutama yang berada di dekat rumah dan fasilitas umum, serta membersihkan saluran drainase supaya aliran air tidak tersumbat.

Menurut Ruruh, upaya tersebut dapat dilakukan bersamaan dengan persiapan pemetaan wilayah rawan dan koordinasi mitigasi bersama pemerintah kabupaten/kota.

Dengan potensi peningkatan pertumbuhan awan hujan dalam beberapa hari ke depan, masyarakat diimbau terus mengikuti informasi cuaca dari BMKG dan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Kewaspadaan tersebut diperlukan untuk membantu mengurangi risiko bencana akibat cuaca.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online