Jelang Musim Hujan, DPRD Soroti Potensi Genangan di Jalanan Kota Jogja

Newswire
Newswire Kamis, 22 Oktober 2026 18:27 WIB
Jelang Musim Hujan, DPRD Soroti Potensi Genangan di Jalanan Kota Jogja

Anggota Komisi C DPRD Kota Jogja, Eko Djoko Widiyatno. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA— Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja diminta mengantisipasi potensi genangan air menjelang musim hujan, terutama di ruas jalan yang kerap mengalami masalah saat hujan deras. Selain memastikan saluran air berfungsi optimal, pemeliharaan drainase lama dan pengelolaan sampah di depo juga perlu menjadi perhatian.

Anggota Komisi C DPRD Kota Jogja, Eko Djoko Widiyatno, mengatakan masa peralihan musim menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi kesiapan infrastruktur. Langkah antisipasi diperlukan agar genangan air tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Jalan Kemasan. Ruas jalan tersebut telah dibangun Saluran Air Hujan (SAH) pada tahun ini, setelah berulang kali mengalami genangan ketika musim hujan.

Dalam waktu dekat wilayah Jogja dan sekitarnya diprediksi akan turun hujan. Oleh karena itu, menurutnya harus diantisipasi daya dukung infrastruktur, salah satunya menyangkut potensi terjadinya genangan di beberapa ruas jalan.

"Seperti di Jalan Kemasan yang tahun ini sudah dibangun Saluran Air Hujan (SAH). Hampir setiap tahun ketika musim hujan di Jalan Kemasan kerap terjadi genangan dan mengganggu kepentingan publik. Maka kami akan awasi, setelah dibangun SAH seharusnya sudah tidak terjadi persoalan itu," kata Eko Djoko Widiyatno dikutip, Kamis (22/101/2026).

Drainase di Jalan Utama Perlu Diprioritaskan

Eko menegaskan pembangunan saluran air perlu menjangkau ruas jalan strategis yang belum dilengkapi SAH. Menurutnya, infrastruktur tersebut penting untuk menunjang kelancaran aktivitas masyarakat, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

"Kami mendorong agar ruas jalan utama yang belum dilengkapi SAH, bisa diprioritaskan. Apalagi ruas jalan yang menjadi tumpuan masyarakat agar kepentingannya tidak terganggu," lanjutnya.

Selain memperluas pembangunan saluran baru, DPRD Kota Jogja juga menyoroti kondisi drainase yang telah lama digunakan. Usia bangunan dan sedimentasi dapat mengurangi fungsi saluran sehingga perlu diantisipasi sebelum menimbulkan persoalan saat musim hujan.

"Kondisi SAH yang sudah berusia tua juga harus dipetakan betul, agar jangan sampai menimbulkan petaka. SAH yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi, saatnya dilakukan pengerukan," tegas Eko.

Pemetaan kondisi saluran air dan pengerukan pada titik yang mengalami pendangkalan menjadi perhatian agar infrastruktur drainase dapat berfungsi sesuai kebutuhan.

Penumpukan Sampah di Depo Juga Jadi Perhatian

Selain genangan dan kondisi drainase, pengelolaan sampah menjadi persoalan lain yang disoroti Komisi C DPRD Kota Jogja menjelang musim hujan. Pemerintah diminta menjaga agar sampah tidak menumpuk di tempat penampungan sementara atau depo.

Eko mengingatkan sampah yang terkena air hujan dapat mengalami pembusukan dan memicu pencemaran lingkungan. Karena itu, komitmen pemerintah untuk mencegah penumpukan sampah perlu dipertahankan.

Selain saluran air hujan, pihaknya kembali mengingatkan soal komitmen pemerintah untuk tidak terjadi penumpukan sampah di depo harus benar-benar dipertahankan. Pasalnya tumpukan sampah yang basah akibat hujan akan menimbulkan pembusukan dan pencemaran lingkungan.

"Antisipasi musim hujan mencakup tiga aspek utama, yakni memastikan pembangunan saluran air memberikan hasil, memelihara drainase lama, serta menjaga pengelolaan sampah agar tidak menimbulkan masalah lingkungan," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online