Wisata Gunungkidul Meledak PAD Tembus Rp26 Miliar
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026 didorong lonjakan kunjungan ke Pantai Drini dan Pantai Sepanjang.
Sejumlah pekerja menyelesaikan pembangunan Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKB-PMD) di Kecamatan Wonosari, Jumat (3/11/2017) (Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja)
Tahun depan, program infrastruktur di Gunungkidul mendominasi.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-- Program infrastruktur oleh Pemerintah Pusat berimbas pada program kegiatan di daerah. Hal ini terlihat dalam komposisi rencana kegiatan Pemkab Gunungkidul yang didominasi oleh program infrastruktur.
Data dari Rancangan Peraturan Daerah Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) 2018, dari belanja sebesar Rp1.7 triliun rupiah, recananya sebesar 25% digunakan untuk program infrastruktur, 20% di sektor pendidikan dan 10% untuk kesehatan. Sedang sisanya sebesar 45% dibagi rata untuk seluruh urusan yang ada di lingkup Organisasi Perangkat Daerah yang dimiliki Pemkab Gunungkidul.
Bupati Gunungkidul Badingah membenarkan, porsi anggaran di 2018 banyak terserap untuk tiga urusan, yakni pembangunan infrastruktur, pendidikan dan kesehatan. Namun demikian, dari ketiga bidang, pengembangan infrastruktur merupakan yang tertinggi dengan porsi 25% dari keseluruhan anggaran yang dimiliki pemkab.
Menurut dia, alokasi infrastruktur daerah mendominasi karena pembangunan yang dilakukan tidak dapat dipisahkan dari program nasional. Dalam rangka sinkronisasi kebijakan, maka tim pembangunan kabupaten mengacu pada prioritas pembangunan nasional dan provinsi. Seperti diketahu Pemerintah Pusat di rezim Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat gencar melakukan pembangunan infrastruktur.
“Tema Rencana Kegiatan Pemerintah [RKP] 2018 adalah memacu investasi dan infrastruktur untuk pertumbuhan dan pemerataan. Tema ini jadi salah satu pedoman, sehingga dalam komposisi anggaran 25% akan digunakan untuk infrastruktur daerah,” katanya kepada wartawan, Selasa (14/11/2017).
Ditambahkan Badingah, untuk program infrastruktur rencananya digunakan untuk pembangunan fasilitas sosial dan umum. Selain itu, pengalokasian juga diprioritaskan belanja modal untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat dan infrastruktur di kawasan wisata. “Gambaran rencana kegiatan di 2018 sudah dimasukan dalam RAPBD yang saat ini sudah dibahas bersama-sama dengan dewan,” ungkapnya.
Sekretaris Badan Keuangan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul Putro Sapto Wahyono menambahkan, porsi anggaran untuk infrastruktur lebih besar ketimbang kegiatan lain sudah mulai terlihat di plafon anggaran di tahun ini. Namun untuk detail alokasi akan terlihat jelas dalam plafon anggaran di 2018. “Kalau sekarang sudah tidak bisa diganggu gugat lagi. Sebab 25% dari anggaran yang dimiliki digunakan untuk infrastruktur daerah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026 didorong lonjakan kunjungan ke Pantai Drini dan Pantai Sepanjang.
PPIH Arab Saudi melarang jamaah haji Indonesia lempar jumrah pukul 10.00-14.00 WAS demi keselamatan di tengah cuaca panas dan kepadatan.
Empat anggota keluarga ditemukan tewas saat camping di Temanggung. Polisi menyelidiki dugaan keracunan makanan barbeque.
Rute penerbangan Jember-Surabaya kembali dibuka mulai 1 Juni 2026 untuk mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi Tapal Kuda.
Relawan Katolik membantu pengamanan Salat Iduladha 1447 H di Bantul, Sleman, dan Kulonprogo sebagai simbol toleransi lintas iman di DIY.
Film Disclosure Day karya Spielberg dipuji sebagai yang terbaik dalam 20 tahun, tampilkan Emily Blunt memukau dan cerita UFO penuh misteri.