Abu Vulkanik Gunung Merapi Menyebar Sampai ke Wonosobo
Letusan Gunung Merapi pada Sabtu (11/3/2023) menyebabkan sejumlah wilayah terkena hujan abu vulkanik.
Asap sulfatara keluar dari Gunung Merapi saat dipotret dari Sabana 2 Gunung Merbabu, Boyolali, Jawa Tengah Minggu (27/4/2014). Menurut Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), status Gunung Merapi masih normal meskipun mengeluarkan asap sulfatara yang mencapai ketinggian sekitar 400 meter mengarah ke Barat Daya. (JIBI/Solopos/Antara/Teresia May)
Lereng Merapi butuh penghijauan.
Harianjogja.com, SLEMAN-- Program penghijauan di wilayah Gunung Merapi perlu digalakkan lagi. Sebanyak 450 hektare lahan di Merapi perlu dihijaukan.
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi Ari Nurwanti menyampaikan sampai dengan 2017 ini terdapat sekitar 450 hektare lahan di lereng Merapi yang perlu dihijaukan kembali. Sebab tujuh tahun pasca-erupsi Merapi 2010, proses penghijauan baru mencapai 90 hektare saja. "Masih perlu upaya dan partisipasi semua pihak untuk mengembalikan lereng Merapi agar pulih kembali," katanya di sela kegiatan penanaman 1.000 pohon yang diprakarsai Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sleman, Jumat (17/11/2017).
Penanaman 1.000 pohon tersebut dilakukan di Dusun Pluyon, Umbulharjo Cangkringan. Kegiatan penghijauan itu merupakan puncak rangkaian HUT ke-25 PDAM Sleman tahun ini.
Ari menjelaskan, ada tiga macam upaya untuk menghijaukan lagi kawasan lereng Merapi. Hal itu bisa dilakukan dengan restorasi, rehabilitasi dan suksesi dalam arti tanaman tumbuh kembali dengan sendirinya dan dibiarkan saja akan tumbuh. Untuk suksesi ini, lanjutnya, dapat dilakukan dengan menanam pohon Akasia debora. "Jenis tanaman ini bijinya tahan terhadap awan panas. Begitu awan panas selesai kena hujan bisa tumbuh dengan sendirinya," jelas Ari.
Direktur Utama PDAM Sleman Dwi Norwanta menyampaikan, sebanyak 1.000 pohon yang ditanam di sana disesuaikan dengan endemik yang ada di Taman Nasional Gunung Merapi. "Kami sadar harus ikut menjaga kelestarian alam dan menjaga ketersediaan sumber air di lereng Merapi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Letusan Gunung Merapi pada Sabtu (11/3/2023) menyebabkan sejumlah wilayah terkena hujan abu vulkanik.
Konsumsi suplemen berlebihan seperti vitamin C dan D bisa membahayakan ginjal. Simak penjelasan ahli dan batas aman konsumsi.
Operasi Patuh 2026 digelar 8-21 Juni dengan fokus ETLE. Pelanggaran pelat nomor dan lalu lintas jadi sasaran utama.
Garebeg Besar Jogja 2026 digelar sederhana di Keraton. Sebanyak 4.000 ubarampe dibagikan kepada abdi dalem.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini turun di semua ukuran. Simak daftar harga terbaru 28 Mei 2026.
Kebakaran gereja di Mimika Papua Tengah diduga akibat lilin tak dipadamkan. Bangunan ludes, kerugian capai ratusan juta.