Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Ilustrasi Logo Bank Indonesia. (Istimewa)
“Saat ini sudah ada 102 bank pengelola kas titipan"
Harianjogja.com, JAKARTA-Menyadari keterbatasan proses distribusi uang layak edar, Bank Indonesia (BI) akan memperbanyak bank pengelola kas titipan hingga 107 unit sampai akhir 2017.
Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI Suhaedi mengatakan, melalui bank pengelola kas titipan ini, Bank Indonesia dapat menyalurkan uang layak edar kepada masyarakat. Bagi masyarakat yang ingin menukarkan uang tetapi di daerahnya jauh dari jangkauan Bank Indonesia, maka dapat menukarkan uangnya di bank pengelola kas titipan tersebut.
“Saat ini sudah ada 102 bank pengelola kas titipan. Target kami 107 sampai akhir tahun,” kata Suhaedi dalam Pelatihan Wartawan Daerah Bank Indonesia 2017 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (20/11/2017).
Ia mengatakan, jumlah Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) yang terbatas membuat penyaluran uang layak edar terhambat sehingga dibutuhkan perpanjangan tangan yang membantu penyaluran. “Kami berharap [melalui bank pengelola kas titipan] bisa melayani 515 kabupaten/kota di Indonesia,” katanya.
Suhaedi mengatakan, kendati saat ini pemerintah sedang gencar menyosialisasikan gerakan nontunai, tetapi tidak dapat memungkiri jika sampai saat ini penggunaan uang tunai masih dominan. “Sebanyak 80 persen masyarakat masih menggunakan rupiah. Negara maju sekalipun, penggunaan uang tunai masih dominan,” tuturnya.
Sampai saat ini, Bank Indonesia sudah mengedarkan uang tunai senilai Rp600 triliun. Kendati masih banyak pengguna uang tunai, tetapi tingkat penemuan uang palsu semakin berkurang. Pada 2016, dari satu juta lembar uang yang beredar setiap hari, ditemukan 20 lembar uang palsu. Sementara pada 2017 ini, hanya lima lembar uang palsu per satu juta lembar per hari yang ditemukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
PSIM Jogja incar 10 besar Super League. Laga penentuan lawan Arema FC jadi kunci di pekan terakhir.
Mahkamah Agung tolak PK kasus korupsi selter tsunami Lombok. Vonis 6 tahun penjara tetap berlaku.
Garebeg Besar Jogja digelar sederhana. Sultan HB X sebut penghematan jadi alasan, tanpa kurangi nilai sakral.
UMKM berpeluang dapat diskon 50% biaya e-commerce. Simak syarat lengkap dari Menteri UMKM Maman Abdurrahman.
Mahasiswa asal Boyolali membawa kabur motor pemuda Sleman bermodus ajak memancing setelah berkenalan lewat TikTok.