Skrining TBC Gunungkidul Belum Optimal, Kesadaran Warga Jadi Kendala
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Salah seorang warga sedang melintas di Jembatan Jeruklegi, di Dusun Jeruklegi, Katongan, Nglipar. Foto diambil beberapa waktu lalu. (Harian Jogja/David Kurniawan)
Upaya yang dilakukan hanya memperkuat kembali besi-besi penyambung jembatan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Mimpi masyarakat Dusun Jeruklegi, Katongan, Nglipar untuk memiliki jembatan yang representatif masih belum ada kepastian. Pasalnya, hingga sekarang, pemerintah desa belum mendapatkan informasi lanjutan terkait dengan proposal perbaikan yang dijakukan ke Pemerintah DIY pada 2016.
Kepala Desa Katongan Sutrisno mengakui, pihaknya sudah mengajukan program perbaikan Jembatan Jeruklegi ke Pemerintah DIY. Usulan perbaikan dilakukan melalui BPBD Gunungkidul yang kebetulan ikut memperbaiki jembatan yang rusak akibat banjir 2016.
Namun, hingga saat ini pemdes belum mengetahui apakah perbaikan disetujui atau tidak. “Harapannya perbaikan dapat diwujudkan karena keberadaan jembatan sangat penting bagi masyarakat,” katanya kepada Harian Jogja, Selasa (21/11/2017).
Menurut Sutrisno, kondisi Jembatan Jeruklegi sudah tidak layak karena kondisinya yang masih berupa jembatan gantung dan belum permanen. Ia tidak menampik, pada 2016, jembatan sempat diperbaiki, tetapi upaya yang dilakukan hanya memperkuat kembali besi-besi penyambung jembatan.
“Perbaikan yang dilakukan hanya agar jembatan dapat dilewati lagi. Tapi, upaya tersebut juga tidak maksimal karena jembatan tetap goyang-goyang saat dilalui warga. Inilah yang menjadi alasan kami agar dibuatkan jembatan yang lebih permanen,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Bupati Gunungkidul memberi ASN waktu 1,5 jam tiap Jumat awal bulan untuk belanja di pasar tradisional dan UMKM.
inflasi September 2026 diproyeksi mencapai 3,34%-3,35%, dipicu pangan, El Nino, MBG, dan kenaikan harga minyak dunia.
Delapan gerai KDMP Bantul telah diverifikasi. Hasil pemeriksaan akan menjadi bahan laporan tim dan review BPKP terkait pembangunan.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai beroperasi 1 Oktober 2026 dan akan dievaluasi pemerintah pada 7 Oktober.
UGM menilai wacana kuliah gratis perlu memprioritaskan warga kurang mampu dan memperluas akses pendidikan tinggi.