Bukan Hanya Balon Udara, Layang-Layang juga Ganggu Penerbangan

Sekar Langit Nariswari
Sekar Langit Nariswari Jum'at, 24 November 2017 12:20 WIB
Bukan Hanya Balon Udara, Layang-Layang juga Ganggu Penerbangan

JIBI/SOLOPOS/Burhan Aris Nugraha RUANG TERBUKA--Sejumlah anak bermain layang-layang di tanah lapang di Ledoksari, Jebres, Solo, Senin (9/1). Ruang terbuka menjadi tempat dibutuhkan anak untuk bermain dan bersosialisai dengan teman.

Selain balon udara, ada banyak benda yang bisa menyebabkan gangguan penerbangan.

Harianjogja.com, SLEMAN- Kepala Dinas Operasi Pangkalan TNI AU Adisutjipto, Kolonel Pnb. Dedy Susanto menerangkan ada banyak benda yang bisa menyebabkan gangguan penerbangan.

Pasalnya, penerbangan militer sangat mungkin terbang rendah, dibandingkan pesawat komersil, khususnya dalam latihan navigasi.

Ketika terbang rendah inilah, katanya, pesawat kerap terganggu dengan layangan dan bahkan balon kecil. Dalam beberapa kasus, layangan menabrak pesawat militer sehingga menutupi bagian tertentu yang berimbas sulit membaca kecepatan pesawat.

Meski tidak menghasilkan kerusakan makro, ia menyebut jika kerusakan minor yang dihasilkan itu membahayakan proses pendaratan pesawat.

“Setiap kali latihan lewat pantai selatan pulangnya pasti bawa layang-layang, minimal benangnya ngerungkel,” ucapnya, dalam Sosialisasi Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) Bahaya Layang-Layang, Laser, Drone, dan Balon Udara yang digelar di Maguwoharjo, Depok pada Kamis (23/11/2017).

Selain itu, banyak pula frekuensi radio milik komunitas atau Karang Taruan setempat masuk ke saluran udara yang digunakan militer dalam penerbangan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online