Kemenhut Pastikan Penanganan Kebakaran TNBTS Berjalan Terpadu
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
Basarnas DIY, SAR DIY, BPBD DIY dan Sabhara Polresta Jogjakarta sedang berupaya menyelamatkan 2 lansia dan bayi korban longsor di RT 1 / RW 1, Jlagran, Jogja. (Harian Jogja/Beny Prasetya)
Hujan lebat yang terjadi selama dua hari tanpa henti menyebabkan sejumlah talud ambrol dan pohon tumbang
Harianjogja.com, JOGJA -Hujan lebat yang terjadi selama dua hari tanpa henti menyebabkan sejumlah talud ambrol dan pohon tumbang. Puluhan warga pun harus mengungsi sementara karena rumahnya rusak tertimpa material longsoran.
Baca juga : http://m.harianjogja.com/?p=872695">BADAI CEMPAKA : Evakuasi Korban Longsor di Jlagran Dihentikan Sementara
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja mencatat ada enam titik longsor yang terjadi, Selasa (28/11/2017) kemarin. Keenam titik longsor tersebut, yakni di Gampingan, Pakuncen, Wirobrajan; Darakan Prenggan Kotagede; Gambiran Pandeyan Umbulharjo; Bladran Bumijo Jetis, Jlagran Pringgokusuman Gedongtengen; dan Juminahan Pakualaman.
Baca juga : http://m.harianjogja.com/?p=872477">BADAI CEMPAKA : Dua Korban Longsor Berhasil Dievakuasi, Nenek dan Cucunya Dipastikan Meninggal
Longsor di Gampingan terjadi sekitar pukul 12.30 WIB tepatnya di RT47 RW 10. Longsor talud setinggi tujuh meter dan panjang 12 meter di bantaran Sungai Winongo itu menimpa dua rumah. Kedua rumah itu adalah milik Tugiyanto dan Triadi. Bahkan Triadi bersama isterinya Nining dan Ibunya Painem sempat terperangkap dalam rumah beberapa saat karena material longoran menjebol dinding rumah hingga menutu pintu keluar.
Baca juga : http://m.harianjogja.com/?p=872431">Tepi Kali Winongo Longsor, 2 Warga Sempat Terjebak dalam Rumah
Beruntung ketiganya dapat terselamatkan setelah warga menjebol dinding rumah milik saudaranya Triadi karena rumah Triadi berdampingan. "Sempat panik juga enggak bisa keluar," kata Sri Sulastriningsih alias Nining, di lokasi kejadian.
Saat kejadian dirinya sedang mencuci piring. Sementara suami dan ibu mertuanya tersebut sedang nonton tv. Ia mendengar suara gemuruh, kemudian diikuti teriakan ibu mertuanya. Tiba-tiba tanah dan bebatuan sudah masuk dalam rumah.
Ketua RT 47 RW 10 Gampingan, Jariyati mengatakan selain menimpa dua rumah longso tersebut juga menimpa dua sepeda motor. Hingga sore kemarin kedua motor yang tertimbun belum bisa dievakuasi.
Ia mengatakan ada 10 rumah yang dihuni sekitar 50 jiwa di sepanjang talud longsor yang diminta mengungsi sementara untuk menghindari longsor susulan. "Sementara warga mengsi di masjid," kata Jariati. Menurut dia talud yang longsor sebenarnya sudah pernah longsor dua tahun lalu dan baru diperbaiki.
Kasi Kedaruratan BPBD Kota Jogja, Bayu Wijayanto mengatakan dari data sementara, terdapat 45 kepala keluarga yang harus mengungsi di wilayah Jlagran, 48 KK di wilayah Juminahan, satu KK di Gambiran. "Datanya masih terus kami perbaharui," kata Bayu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
DPRD Bantul meminta BPBD dan masyarakat memperkuat kesiapsiagaan menghadapi angin kencang, pohon tumbang, dan genangan saat pancaroba.
Menteri LH Jumhur Hidayat mendorong pemulihan tata air gambut melalui water intake dan sekat kanal untuk mencegah karhutla di Sumatera Selatan.
Polisi akan memeriksa kejiwaan pria yang diduga menganiaya ayah kandungnya hingga meninggal dunia di Boyolali.
Pemkab Gunungkidul memecat Lurah Bohol Margana setelah kasus korupsi anggaran kalurahan 2022-2024 berkekuatan hukum tetap.
Sebanyak 168 atlet mengikuti Kejurkot Sepatu Roda Kota Jogja 2026. Ajang ini menjadi sarana pembinaan dan penjaringan bibit unggul.