BADAI CEMPAKA : Duh, Tempat Pengungsian di Kulonprogo Kebanjiran, Warga Pun Dipindah

Uli Febriarni
Uli Febriarni Kamis, 30 November 2017 09:20 WIB
BADAI CEMPAKA : Duh, Tempat Pengungsian di Kulonprogo Kebanjiran, Warga Pun Dipindah

Sejumlah pengungsi di lokasi pengungsian Kantor kecamatan Panjatan, Rabu (29/11/2017). (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja)

Lebih dari 500 orang warga Panjatan mengungsi dari kediaman mereka, karena terdampak banjir, di kantor Kecamatan Panjatan

Harianjogja.com, KULONPROGO-Lebih dari 500 orang warga Panjatan mengungsi dari kediaman mereka, karena terdampak banjir, di kantor Kecamatan Panjatan, sejak Selasa (28/11/2017). Kendati demikian, mereka harus dipindahkan ke sejumlah titik, karena pendopo kecamatan juga mengalami kebanjiran.

Camat Panjatan, Darmanto pada Rabu (29/11/2017) mengatakan warga yang mengungsi ke kantor kecamatan berasal dari desa Gotakan, Krembangan, Cerme. Sementara itu, akibat banjir yang menerjang kantor Kecamatan, maka pengungsi yang berasal dari Dusun Krembangan 2, Dusun Gesikan, dipindahkan ke Balai Desa Panjatan, Puskesmas, Gedung UPTD Dikdas.

Tiga titik pengungsian itu, juga ada ratusan korban banjir Panjatan lain, yang telah mengungsi di lokasi tersebut sebelumnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, Gusdi Hartono menyatakan, proses evakuasi warga yang terdampak banjir masih terus dilakukan, total lima perahu karet dikerahkan, berasal dari Basarnas, Sarlinmas, Polres.

Ada sejumlah titik pengungsian banjir di Kulonprogo selain di Panjatan, yaitu 150 orang di Masjid Al Husna Gulurejo, dan Tirtorahayu, Galur.

Ia menyebut, kebutuhan logistik untuk para pengungsi sejauh ini tidak menghadapi masalah namun akan terus dikoordinasikan dengan pihak terkait, termasuk para donatur.

Warga Dusun II Krembangan, Suprihatin mengungkapkan, rumahnya telah terendam setinggi lutut orang dewasa. Air di depan rumah sudah setinggi dada orang dewasa. Ia berharap tanggul di desanya bisa ditinggikan supaya tidak banjir lagi seperti ini, tapi hujannya menag tinggi sekali ini," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis