Gerakan Ekstrem Seperti Penyakit
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
Jembatan Nganggen yang amblas yang memutus akses jalan utama Desa Tamantirto dengan Desa Bangunjiwo. (IST/Pusdalops BPBD Bantul).
Perbaikan beberapa infrastruktur akan segera dilakukan supaya kerusakan yang timbul tidak semakin parah
Harianjogja.com, JOGJA- Plt Kepala Dinas Pekerjaaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP ESDM) DIY, M. Mansur menyatakan perbaikan beberapa infrastruktur yang rusak akibat bencana Badai Siklon Tropis Cempaka akan segera dilakukan supaya kerusakan yang timbul tidak semakin parah.
Baca juga : http://m.harianjogja.com/?p=872836">BADAI CEMPAKA : Sudah Delapan Jembatan di Bantul yang Lenyap Diterjang Banjir
Ia mencontohkan Jembatan yang ada di Wijirejo, Kecamatan Pandak, Bantul yang rusak cukup parah. Begitu pun dengan jembatan di Barongan, Imogiri, Bantul. Nantinya perbaikan akan dilakukan oleh pemerintah kabupaten dan kota.
“Yang menjadi kewenangan pemerintah tingkat dua akan ditangani kabupaten. Yang provinsi akan segera dilakukan perbaikan darurat dulu. Sambil menunggu nanti anggaran berikutnya turun. Semua diperbaiki supaya tidak lebih parah. Kalau permanen perlu waktu dan anggaran,” ucapnya, Kamis (30/11/2017).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
Pemda DIY siapkan satgas khusus atasi kejahatan jalanan. Libatkan polisi, TNI, BIN hingga BNN.
Kebakaran berulang terjadi di rumah pemotongan ayam di wilayah Mriyan, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, dalam dua hari terakhir.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2. Dirut Ginda Ferachtriawan minta maaf dan siapkan restrukturisasi besar demi kebangkitan tim.
76 Indonesian Downhill 2026 di Bantul berlangsung ekstrem. Andy juara tipis, kelas junior justru catat waktu tercepat.
Warga Boyolali menemukan batu diduga stupa dan prasada. Diduga peninggalan Mataram Kuno abad 8-9, kini diteliti Disdikbud.