Warga Kebosungu Sibuk Cari Makam Leluhur yang Hanyut

Rheisnayu Cyntara
Rheisnayu Cyntara Jum'at, 01 Desember 2017 19:40 WIB
Warga Kebosungu Sibuk Cari Makam Leluhur yang Hanyut

JIBI/SOLOPOS/Agoes Rudianto MAKAM DEPOK-Suasana tempat permakaman umum (TPU) Depok, Manahan, Solo, Rabu (7/3). Sejumlah ahli waris kebingungan mencari nisan kerabatnya karena teruruk tanah makam lain yang telah dikeruk.

Kompleks makam leluhur ruska dan hanyut.

Harianjogja.com, BANTUL-- Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda DIY akibat dampak Badai Cempaka yang terjadi di selatan Jawa tak hanya merusak infrastruktur publik seperti jalan dan jembatan. Di Dlingo, Bantul, kompleks makam leluhur juga rusak dan hanyut diterjang Banjir.

Warga Dusun Kebosungu 2, Dlingo disibukkan mencari keberadaan nisan dan jenazah leluhur di Makam Jolok yang sempat terendam banjir. Salah satu warga, Muhtadi mengatakan sebagian besar batu nisan sudah rusak dan tidak bisa digunakan lagi. Bahkan ada beberapa yang hanyut, sedangkan sebagian lagi ditemukan hampir satu kilometer di bekas aliran banjir Sungai Oya. Hingga kini warga kesulitan mengidentifikasi makam yang tersisa. Sebab banjir memorakporandakam kompleks makam yang sebelumnya berisi sekitar 300 liang dan nisan tersebut.

http://m.solopos.com/?p=872927">Baca juga : Ratusan Makam di Sleman Ambles Tergerus Hujan

Sementara itu Ketua RT 02 Dusun Kebosungu 2, Fakhori mengatakan dari seluruh nisan yang ada hanya tujuh yang tersisa. Warga masih berusaha mengumpulkan nisan yang porak poranda agar letak liang lahat bisa terlihat. "Kami coba bersihkan dulu karena ada pohon-pohon yang tumbang di dalam kompleks makam," ujarnya.

Seperti diketahui hujan deras dengan intensitas tinggi melanda DIY pada Selasa (28/11/2017) akibat dampak munculnya Badai cempaka yang terjadi di selatan Jawa. Kondisi tersebut memicu berbagai bencana banjir dan tanah longsor, mengakibatkan kerusakan infrastruktur serta menelan korban jiwa.

http://m.solopos.com/?p=873440">Baca juga : Fenomena Aneh, Lubang Misterius Muncul di Gunungkidul Pasca-Badai Cempaka

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online