Nelayan Gunungkidul Dilatih Sertifikasi SKN, Keselamatan Jadi Fokus Utama
Nelayan Gunungkidul mendapat pelatihan SKN, pembekalan BPJS Ketenagakerjaan, serta pemberdayaan ekonomi bagi istri nelayan.
Staf Pemerintah Desa Pacarejo Mursono saat ikut dalam upaya menghilangkan bau dari bangkai ayam yang berada di salah satu kandang di Dusun Kuwon Kidul, Pacarejo, Semanu, Minggu (3/12/2017). (Harian Jogja/David Kurniawan)
Awalnya warga tidak mengira jika sumber bangkai berasal dari kadang
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Korban banjir di Dusun Kuwon Kidul, Desa Pacarejo, Semanu mengeluhkan bau busuk dari bangkai ayam yang berada di kandang ayam yang tak jauh dari permukiman. Pemerintah Desa Pacarejo pun terus berusaha menghilangkan bau tersebut dengan mengubur ribuan bangkai ayam yang mati karena terendam banjir.
Salah seorang warga Dusun Kuwon Kidul Purwanto mengakui sejak tiga hari yang lalu mencium bau busuk dari bangkai ayam dari kandang yang tak jauh dari permukiman. Awalnya warga tidak mengira jika sumber bangkai berasal dari kadang.
Namun, setelah melakukan pengecekan ternyata sumber bau berasal dari bangkai ayam yang mati karena terendam banjir. “Warga sudah tahu sumber bau berasal,” kata Purwanto kepada wartawan, Minggu (3/12/2017).
Menurut dia, bau tidak sedap ini menjadi masalah tersendiri. Untuk itu warga berharap agar permasalahan itu segera diatasi sehingga tidak menggangu. “Kalau dari perkembangannya sudah ada penanganan dengan mengubur ayam-ayam yang mati. Namun, hingga sekarang [kemarin] belum semuanya terkubur sehingga masih menyisakan bau tak sedap, meski aromanya tidak sekuat pada Sabtu lalu,” ungkapnya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan Darmo, warga lainnya di Dusun Kuwon Kidul. Menurut dia, bangkai ayam yang busuk menjadi masalah karena mengganggu pernapasan warga. “Setelah banjir, kami sudah mulai berbagai cara agar kehidupan kembali normal, seperti menjemur berbagai perelengkapan yang terendam. Tapi dengan adanya bau, kami jadi agak terganggu,” ujarnya.
Terpisah, Salah seorang staf Pemerintahan Desa Pacarejo, Semanu Mursono mengakui adanya bau busuk dari bangkai ayam yang dikeluhkan warga Dusun Kuwon Kidul. Menurut dia, pihaknya masih terus berusaha untuk menghilangkan bau tersebut dengan cara mengubur bangkai ayam yang mati di kandang karena terendam banjir.
“Ini masih diusahakan. Selain mengubur, juga dilakukan menaburkan bubuk gamping agar bau busuk berkurang,” katanya.
Menurut Mursono, banjir yang terjadi pada Selasa (28/11/2017) tidak hanya merendam rumah warga. Namun, musibah ini juga membuat rugi peternak ayam. Tercatat ada sekitar 10.000 ayam potong siap jual mati karena terendam banjir. “Gara-gara ini pulalah warga mengeluh adanya bau busuk. Tapi untuk sekarang kami sudah berusaha agar bau busuk dapat dihilangkan,” ungkap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nelayan Gunungkidul mendapat pelatihan SKN, pembekalan BPJS Ketenagakerjaan, serta pemberdayaan ekonomi bagi istri nelayan.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Simak jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap beserta tipsnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarifnya Rp8.000.
Indonesia masih berpeluang menambah emas Asian Games 2026 lewat sepak takraw dan padel setelah mengoleksi 35 medali.
KBRI Bangkok mengimbau WNI di Thailand memantau cuaca dan kondisi jalan untuk mengantisipasi banjir hingga 7 Oktober 2026.