Integritas Nasional Bukan Sekadar di Atas Kertas, Harus Menjadi Kerja Nyata

Nina Atmasari
Nina Atmasari Selasa, 05 Desember 2017 13:20 WIB
Integritas Nasional Bukan Sekadar di Atas Kertas, Harus Menjadi Kerja Nyata

Rembuk Integritas Nasional 2017 di Ball Room Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Selasa (05/12/2017). (Ocktadika Cahya A/Harian Jogja).

Rembuk Integritas Nasional (RIN) Tahun 2017 dengan tema Implementasi Pembangunan Budaya Integritas Nasional - Dari Komitmen Menjadi Kerja Nyata digelar di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta

Harianjogja.com, JOGJA- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyelenggarakan Rembuk Integritas Nasional (RIN) Tahun 2017 dengan tema Implementasi Pembangunan Budaya Integritas Nasional - Dari Komitmen Menjadi Kerja Nyata, di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Selasa (05/12/2017).

Acara ini dihadiri oleh para pejabat-pejabat negeri, termasuk Wakil Menteri Keuangan Prof. Mardiasmo, Penasehat KPK Budi Santoso, dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Irjen Kemenkeu, Sumiyati melaporkan RIN pertama pada tahun 2015 dihadiri oleh 40 Kementrian Lembaga Organisasi Lainnya Pemerintah Daerah (KLOP).

RIN kedua pada tahun 2016 dihadiri oleh 80 KLOP. Dan RIN yang ketiga pada tahun 2017 dihadiri oleh kurang lebih 600 orang yaitu sekitar 180 KLOP. “RIN yang ketiga ini merupakan RIN yang paling besar,” katanya.

RIN 2017 diselenggarakan sebagai perwujudan pelaksanaan penguatan Sistem Integritas Nasional (SIN). Acara RIN ketiga ini berkomitmen untuk mulai mengimplementasikan seluruh konsep terkait Pembangunan Integritas Nasional yang dihasilkan RIN sebelumnya melalui kerja nyata.

Wakil Menteri Keuangan, Prof. Mardiasmo, mengatakan Integritas mengandung makna yang luar biasa, perilaku yang jujur, tulus, dapat dipercaya, objektif, akuntabel, transparan dan komitmen terhadap hasil. Integritas tidak bisa dibeli dengan mata uang apapun dan berapapun besarnya.

“Integritas itu priceless, tidak ternilai harganya,” katanya dalam sambutannya.

Prof. Mardiasmo menambahkan, dalam forum ini dibahas bagaimana membuktikan integritas tidak sekedar di atas kertas. Bagaimana meyakinkan bahwa integritas bukan hanya formalitas namun harus diubah menjadi langkah nyata. Rembuk integritas bukanlah sekedar pentas, tapi sarana untuk menyelesaikan permasalahan integritas hingga tuntas.

Hasil yang diharapkan dalam kegiatan Rembuk Integritas Nasional 2017 ini pertama adalah untuk memperoleh hasil evaluasi dan akselerasi terhadap tindak lanjut hasil RIN tahun 2016 dan Kolaborasi Tunas Integritas Nasional II 2017. Kedua, agar tercapainya pembentukan Dewan atau Forum Integritas Nasional dan operasional Indonesia Corporate University (I-Corpu).

Kemudian yang ketiga, agar tercapainya pengendalian strategis integritas nasional melalui penyelarasan KPI yang strategis dan peningkatan kesadaran proxy war. Terakhir adalah tersusunnya rencana aksi mitigasi risiko dan pengawasan pengelolaan dana desa.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online