Satu PNS Mantan Terpidana Korupsi di Kulonprogo Masih Aktif
Semenjak ditetapkannya Undang-undang Tipikor tahun 2009, Kulonprogo memiliki tiga kasus korupsi di lingkungan pegawai negeri sipil. Ketiga kasus tersebut terjadi di tahun 2013 dan 2014.
Ilustrasi penggelapan sepeda motor (JIBI/Solopos/Dok.)
Zulfikar langsung pergi tanpa mencabut kunci kontak
Harianjogja.com, JOGJA-Seorang Mahasiswa bernama Zulfikar Mahardika Dwi Cahyono, 20, sempat kehilangan motor Scoopy di lahan parkir kampusnya yang berada di Jalan Glagahsari, Umbulharjo, Rabu (6/12/2017) petang.
Awalnya, mahasiswa itu ingin mengerjakan tugas di kampusnya. Setelah sampai dan memakirkan motor warna merahnya, Zulfikar langsung pergi tanpa mencabut kunci kontak. Melihat kunci masih bergantung di kontak motor, Oktavianus Warawuru, 20, langsung menyambat dan membawa pergi motor matik itu.
Kepala Satuan Resor Kriminal Polisi Sektor Umbulharjo Iptu Supatno mengungkapkan, saat ditangkap pelaku mengaku baru sekali ini melakukan tindakan tidak terpujinya. "Baru, bukan residivis, sendiri melakukan aksi. Sementara belum mengakui untuk pernah melakukan tindakan lebih dari sekali," jelas Supatno Kamis (7/12/2017).
Polisi berhasil melacak sepeda motor yang diiklankan di lapak jual beli di Facebook. Bersama pelapor polisi langsung melakukan kopi darat di depan Gedung TVRI, Jalan Magelang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Semenjak ditetapkannya Undang-undang Tipikor tahun 2009, Kulonprogo memiliki tiga kasus korupsi di lingkungan pegawai negeri sipil. Ketiga kasus tersebut terjadi di tahun 2013 dan 2014.
Kebakaran berulang terjadi di rumah pemotongan ayam di wilayah Mriyan, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, dalam dua hari terakhir.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2. Dirut Ginda Ferachtriawan minta maaf dan siapkan restrukturisasi besar demi kebangkitan tim.
76 Indonesian Downhill 2026 di Bantul berlangsung ekstrem. Andy juara tipis, kelas junior justru catat waktu tercepat.
Warga Boyolali menemukan batu diduga stupa dan prasada. Diduga peninggalan Mataram Kuno abad 8-9, kini diteliti Disdikbud.
Jumlah investor saham di Jogja tembus 322 ribu per April 2026. Tumbuh 30% setahun, didorong edukasi dan minat generasi muda.