Warga Bingung, Gas Melon Langka Bright Gas Malah Naik

Beny Prasetya
Beny Prasetya Selasa, 12 Desember 2017 07:40 WIB
Warga Bingung, Gas Melon Langka Bright Gas Malah Naik

Ilustrasi bright gas atau elpiji kemasan tabung isi 5,5 kg produksi PT Pertamina. (Rachman/JIBI/Bisnis)

Warga mulai beralih ke Bright Gas.

Harianjogja.com, JOGJA--Kelangkaan gas melon masih saja terjadi di beberapa wilayah di Jogja. Bahkan harga gas elpiji 3 Kg itu mencapai Rp23.000 di tingkat pengecer.

Penjual Burjo, di Jalan Bener, Abah, mengungkapkan, dirinya kini harus membeli gas melon seharga Rp23.000. Gas melon itu ia dapatkan tidak langsung dari pangkalan, namun dari  pengecer.

"Enggak sempat beli atau antre, makanya kerja sama, asalkan dapat saja, dan harga menyesuaikan dengan pengecer," ungkap Abah kepada Harianjogja.com, Senin (11/12/2017) pagi.

Abah menuturkan, biasanya sehari mendapatkan dua gas melon. Pengiriman elpiji dari pengecer juga disesuaikan saat gas akan habis. "Sekarang hanya satu per hari, butuhnya satu hingga dua gas per harinya," kata dia.

Terkait kelangkaan gas, Niken warga Jumenahan mengungkapkan dirinya kini harus menyiapkan dua jenis gas di rumahnya. "Saya stok tabung gas melon dan Bright Gas," jelasnya. Ia menyiapkan Bright Gas karena ia tidak mampu untuk membeli gas 12 kg untuk mengganti gas melon saat habis. "Saya tukar tabung gas biru [gas elpiji 12 kg] ke Bright Gas yang 5,5 kg, eh baru sekali pakai sudah naik harganya," jelas Ibu dua anak itu.

Harganya naik dari Rp65.000 jadi Rp68.000. "Harus bagaimana saya," kesal Niken.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online