Lebih Teratur, Lampu APILL Mulai Diberlakukan di Pasar Setan

Sekar Langit Nariswari
Sekar Langit Nariswari Selasa, 12 Desember 2017 08:55 WIB
Lebih Teratur, Lampu APILL Mulai Diberlakukan di Pasar Setan

Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) mulai diberlakukan di persimpangan Pasar Setan, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Senin (11/12/2017). (Harian Jogja/Sekar Langit Nariswari)

Fasilitas publik itu mulai berlaku permanen sejak 8 Desember 2017

Harianjogja.com, SLEMAN-Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) mulai diberlakukan di persimpangan Pasar Setan, Maguwoharjo, Depok. Fasilitas publik itu mulai berlaku permanen sejak 8 Desember 2017.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman Sulton Fathoni mengatakan, pembangunan lampu lalu lintas itu selesai dilakukan pada 4 Desember 2017. "Mulai dioperasikan 8 Desember 2017, permanen, " katanya kepada Harian Jogja, Senin (11/12/2017).

Ia menguraikan, pemasangan APILL dibutuhkan karena volume lalu lintas di area tersebut cukup tinggi. Selain itu, titik konflik dari arus lalin di persimpangan itu juga cukup tinggi sehingga rawan terjadi kemacetan dan juga kecelakaan lalu lintas. Apalagi, terletak pasar desa di persimpangan itu yang banyak dikunjungi oleh masyarakat.

Sulton mengatakan, pengadaan lampu ini didanai APBD Perubahan 2017. Berikutnya, Pemkab Sleman berencana memasang satu unit lagi APILL pada tahun mendatang. Meski demikian, lokasinya sendiri belum bisa dipastikan dan masih harus dibahas.

Berdasarkan data Dishub Sleman, setidaknya ada 100 unit lebih kendaraan yang melintas per jamnya di area itu. Jumlah ini lebih tinggi dari standar kendaraan per harinya yakni 700 hingga 1.000 unit kendaraan. Lampu yang dipasang merupakan jenis solar cell karena dinilai lebih mudah dan hemat listrik.

Rani, salah satu warga Maguwoharjo, Depok menilai APILL itu dipasang demi keamanan dan kelancaran pengguna jalan. "Tapi karena belum terbiasa, rasanya kok jadi bikin lama," ujarnya.

Antrean yang terjadi juga cukup panjang, lebih-lebih dikarenakan lebar jalan yang sempit. Karena itu, jika terburu-buru, Rani akan lebih memilih jalan pintas menuju arah pasar dibandingkan melalui ruas Jl Tajem itu.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online