Guru di Magelang Didorong Adaptif Hadapi Generasi Digital, Ini Tantangannya
Guru di Magelang didorong meningkatkan kompetensi agar adaptif menghadapi generasi digital, AI, dan perubahan karakter peserta didik.
Suasana kegiatan pengenalan bahaya narkoba sejak dini di SD Muhammadiyah Pakel Sorosutan Umbulharjo, Selasa (12/12/2017). (Foto istimewa)
Siswa SD Muhammadiyah Pakel Program Plus Yogyakarta mengikuti kegiatan pengenalan bahaya narkoba sejak dini.
Harianjogja.com, JOGJA- Dalam mengisi waktu jeda menjelang pembagian rapor setelah pelaksanaan PAS (Penilaian Akhir Semester), lebih dari 500 siswa SD Muhammadiyah Pakel Program Plus Yogyakarta mengikuti kegiatan pengenalan bahaya narkoba sejak dini.
Kegiatan yang diisi oleh BNN Kota Jogja ini dilaksanakan di serambi masjid Mataram komplek SD Muhammadiyah Pakel Sorosutan Umbulharjo, Selasa (12/12/2017), setelah anak-anak selesai melakukan kegiatan salat Dhuha.
Rani Hidayatun, Waka Kurikulum SD Muhammadiyah Pakel menyebutkan kegiatan ini merupakan program rutin tahunan dari bidang kurikulum sekolah. Dengan kegiatan ini, diharapkan anak-anak sejak dini mengenal bahaya narkoba.
Sebab, sekarang obat-obatan terlarang tersebut sudah merambah ke berbagai aspek kehidupan yang salah satu sasaran empuk adalah anak-anak. "Obat-obatan tersebut seringkali dicampurkan ke jajanan anak-anak dan juga pada alat-alat tertentu yang menjadi mainan anak-anak," katanya, dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Selasa.
Untuk itu dibutuhkan peranan semua pihak dalam mengantisipasi bahaya narkoba khususnya bagi anak-anak. Selain itu dibutuhkan edukasi yang terstruktur dalam mengenalkan bahaya narkoba bagi anak sejak dini. Hal ini bertujuan untuk membentengi anak-anak agar tak mudah terpengaruh untuk menkonsumsi narkoba.
"Dengan program tersebut, anak akan tahu tentang bahaya narkoba sehingga kelak tidak akan mau mengkonsumsinya. Lebih dari itu, sejak dini anak mengenal ciri-ciri dan macam-macam narkoba," tambahnya.
Kepala SD Muhammadiyah Pakel, Menik Kamriana menambahkan pengenalan bahaya narkoba sejak dini harus dilakukan, sebab sekarang narkoba sudah merambah ke berbagai aspek kehidupan dan sasaran empuk mereka adalah anak-anak.
Dengan adanya kegiatan tersebut, maka anak-anak akan tahu berbagai jenis narkoba dan efeknya sehingga diharapkan mereka akan selalu waspada untuk menjaga diri.
AKBP Siti Alfiah, Kepala BNN Kota Jogja yang menjadi narasumber kegiatan tersebut menyebutkan cara mengantisipasi bahaya narkoba sejak dini terhadap anak-anak diantaranya adalah dengan waspada terhadap orang tidak dikenal, tidak jajan di sembarang tempat, pendidikan keluarga.
Upaya lain yakni melakukan aktivitas positif, memberikan lingkungan pergaulan yang baik untuk anak, memperkuat ilmu agama dan akhlak, serta memberikan sosialisasi tentang bahaya narkoba.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Guru di Magelang didorong meningkatkan kompetensi agar adaptif menghadapi generasi digital, AI, dan perubahan karakter peserta didik.
Gunung Karangetang di Sulawesi Utara meletus tiga kali pada Minggu (1/11/2026). Status Level II Waspada, warga diminta menjauhi zona bahaya.
Ombudsman RI mengingatkan instansi pemerintah mencegah maladministrasi sejak dini agar tidak berkembang menjadi praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
KPK memeriksa sejumlah saksi dari pihak swasta untuk mendalami dugaan aliran uang kepada oknum di BNPB dalam kasus korupsi dana siap pakai.
Pemkot Jogja menyiapkan Rp1 miliar pada 2027 untuk mengembangkan integrated farming di Bener sebagai pusat edukasi dan produksi pangan.
Apple mengakui laporan layar bagian dalam iPhone Duo retak di sekitar engsel. Pengguna terdampak dapat mengajukan penggantian melalui AppleCare.