Klaim BPJS Ketenagakerjaan Tembus Rp242 Miliar
Ilustrasi Stunting (IST/LOMBOKita)
Bayi berat lahir rendah (BBLR) juga dapat berlanjut menjadi stunting jika tidak ditangani secara tepat
Harianjogja.com, KULONPROGO-Balita tumbuh pendek atau stunting disebabkan kurangnya asupan gizi dalam jangka panjang, bahkan sejak janin masih dalam kandungan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kulonprogo Bambang Haryatno mengungkapkan, untuk beberapa kasus yang terjadi di Kulonprogo diketahui karena orang tua terkadang kurang perhatian dengan pola makan anak dan asal kenyang saja. “Ini yang ingin kita ubah perilakunya melalui edukasi yang bagus,” ujar Bambang, Rabu (13/12/2017).
Bambang menambahkan, kasus bayi berat lahir rendah (BBLR) juga dapat berlanjut menjadi stunting jika tidak ditangani secara tepat. Berbagai upaya pun dilakukan untuk menekan BBLR, seperti penerapan kawasan tanpa rokok, pemberian tablet zat besi pada remaja, hingga layanan Ante Natal Care (ANC) terpadu berkualitas sebagai deteksi dini ibu hamil beresiko tinggi.
http://m.harianjogja.com/?p=876755">Baca juga : Germas Kulonprogo Difokuskan Tekan Kasus Stunting
Namun, semua itu tidak akan berjalan optimal tanpa adanya komitmen lintas sektoral. Hal tersebut kemudian disiasati Dinkes Kulonprogo melalui pembentukan Jejaring Peduli Kesehatan Ibu dan Anak (Rindu KIA).
“Kalau ada masalah, mereka langsung bergerak. Mobil patroli polsek pun dapat dipakai untuk mengantarkan ibu yang pendarahan ke rumah sakit sehungga bisa selamat karena cepat ditangani,” ucap Bambang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Imigrasi memperketat pengawasan WNA di Bantul lewat APOA. Hotel, homestay, dan vila diwajibkan melaporkan tamu asing secara berkala.
Hanung Bramantyo mengadaptasi Children of Heaven berlatar SD Muhammadiyah dengan pesan kuat tentang pendidikan karakter anak.
KPAID Kota Jogja mendorong penerapan pasal lebih berat dalam kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha
Pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 menjadi Rp268 triliun demi efisiensi program Makan Bergizi Gratis.
DPRD DIY memastikan tidak ada kebijakan pemutusan kerja terhadap tenaga pendidik non-aparatur sipil negara tersebut di Daerah Istimewa Yogyakarta