Harga Elpiji 3 Kg di Jogja Mencapai Rp23.000, Haryadi Minta Warga Tak Panik

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Kamis, 14 Desember 2017 21:55 WIB
Harga Elpiji 3 Kg di Jogja Mencapai Rp23.000, Haryadi Minta Warga Tak Panik

Elpiji bersubsidi yang selama ini didistribusikan dalam kemasan tabung kapasitas 3 kg atau lazim disebut gas melon langka di sebagian wilayah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Pemerintah daerah setempat menduga kelangkaan epliji 3 kg dalam tiga pekan terakhir ini disebabkan tingginya konsumsi warga saat Iduladha 2017. Menyadari kesulitan warga pengguna elpiji bersubsidi dalam mendapatkan bahan kebutuhan pokok mereka tersebut, Pemkab Kudus menggamit Pertamina untuk melakukan operasi pasar elpiji 3 kg di Mejobo,

Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti meminta masyarakat tidak panik terkait pasokan gas LPG tiga kilogram

Harianjogja.com, JOGJA-Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti meminta masyarakat tidak panik terkait pasokan gas LPG tiga kilogram atau gas melon menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Ia memastikan pasokan LPG tiga kilogram aman.

"Secara teknis suplay LPG bersubsidi cukup," kata Haryadi saat ditemui di ruangannya, Rabu (13/12/2017).

Haryadi juga meminta masyarakat untuk tidak menimbun LPG tiga kilogram yang akan mengakibatkan masyarakat lainnya panik sehingga terjadi kelangkaan.

"Kami akan meningkatkan pengawasan di lapangan. Yang jelas tidak perlu panik menghadapi libur Natal dan Tahun Baru karena distribusi LPG jalan terus," ucap Haryadi.

Pernyataan Haryadi ini menanggapi keluhan masyarakat yang kesulitan mendapatkan bahan bakar rumah tangga bersubsidi tersebut. Bahkan saking langkanya harga LPG tiga kilogram pun naik. Bahkan, salah satu pemilik warung mie rebus di Jalan Bener, Tegalrejo, Abah, harus mengeluarkan uang Rp23.000 untuk satu tabung LPG tiga kilogram. Padahal harga eceran seharusnya Rp15.500.

Wali Kota juga berpesan agar masyarakat yang sudah mampu dan masih menggunakan gas bersubsidi agar beralih ke gas non subsidi seperti brigh gas atau gas ukuran 12 kilogram, "Masyarakat yang mampu segera konversi ke Bright Gas," pinta Haryadi.

PT. Pertamina,  Marketing Operation Region IV Wilayah Jawa Bagian Tengah dan DIY, memastikan sudah menambah pasokan LPG tiga kilogram sebanyak 6% menjelang Natal dan Tahun Baru. Pasokan tambahan itu sudah dilakukan sejak Jumat pekan lalu.

Pasokan tambahan ini dibagi per wilayah. Khusus wilayah Kota Jogja tambahan pasokan sebanyak 30.080 tabung dari alokasi normal sebanyak 545.800 tabung.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online