Ratusan Pemuda Kota Magelang Dibekali Jadi Penggerak Potensi Daerah
Sebanyak 197 pemuda dari 17 kelurahan di Kota Magelang dibekali menjadi Local Champion untuk mengembangkan wisata, budaya, dan ekonomi kreatif.
Aktivitas jual beli sayuran di Pasar Demangan, Selasa (19/12/2017). (Intan Idkhasyah Putri/Harian Jogja)
Harga bahan pangan di Pasar Demangan Jogja meningkat
Harianjogja.com, JOGJA - Harga bahan pangan di Pasar Demangan Jogja meningkat seiring tingginya curah hujan beberapa hari terakhir.
Bahan pangan tersebut di antaranya cabai, beras, tomat, kentang, telur dan lainnya. Kenaikan harga tersebut disebabkan karena musim penghujan.
Kenaikan harga berkisar hingga tiga kali lipatnya. Harga cabai yang biasanya Rp10.000 menjadi Rp32.000, pada Selasa (19/12/2017).
"Cabai itu dari sepuluh ribu sekarang tiga puluh dua, cuma tiga hari. Kan sepuluh ribu, sekali naik sehari naik sepuluh ribu, sampe sekarang jadi tiga puluh dua ribu," jelas Sarmini, salah satu pedagang.
Bahan pangan lainnya yaitu berasyang biasanya Rp10.000,00/kg saat ini Rp 12.000,00/kg. Tomat semula seharga Rp5.000 per kg sekarang Rp15.000.
Kenaikan harga bahan pokok tersebut dikarenakan musim penghujan.
Tempat yang biasanya menjadi pusat kulakan kini susah untuk menyediakan barang permintaan pedagang sehingga menyebabkan harga beli naik dan tentunya berpengaruh terhadap harga jual yang naik juga.
"Hujan kan gak bisa jemur, mungkin panennya sedikit," tambahnya.
Efek dari kenaikan harga tersebut dikeluhkan oleh Sarmini. Ia mengaku merugi hingga Rp500.000 hanya untuk tomat. Bahan pangan itu menjadi tidak tahan lama dan mudah rusak karena musim penghujan.
Penghasilan yang seharusnya cukup untuk digunakan sehari-hari menjadi tidak cukup. Barang sulit untuk dicari dan terkadang ada pembeli yang mengeluhkan juga karena kenaikan harga bahan pokok.
"Pedagang mengeluh mbak, cari barang juga sulit, jual barangnya juga sulit, kadang pembeli juga marah-marah gitu, kalo yang gak tau dikira kita yang mahalke, padahal kan dari sononya udah mahal," katanya.
"Kadang beli barang sore, barang nggak tahan, pagine udah busuk, kan kalo udah kena air hujan jadi nggak tahan," tambahnya.
Ia mencontohkan, wortel jika tidak habis hari itu, akan busuk. Kalo musim hujan banyak yang rusak. "Jualan gak tentu habis, kalo gak musim hujan ya besok masih bisa dijual kalo musim hujan banyak yang rusak, loncang juga kayak gitu," kata Sarmini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 197 pemuda dari 17 kelurahan di Kota Magelang dibekali menjadi Local Champion untuk mengembangkan wisata, budaya, dan ekonomi kreatif.
Survei Ipsos 2026 mencatat 59% responden Indonesia tidak percaya polisi. Angka ini tertinggi dibandingkan 30 negara lainnya.
Celah keamanan SMS of Death pada Android memungkinkan ponsel mengalami gangguan jaringan hingga restart berulang. Simak cara memeriksa pembaruan keamanan.
Marc Marquez memilih tiba di Qatar pada Kamis malam menjelang MotoGP 2026. Konflik Timur Tengah dan mundurnya Yamaha menjadi sorotan.
DPMPTSP setempat mencatat terdapat 43 izin usaha homestay yang dikeluarkan sepanjang 2025-2026. Total nilai investasi yang tercatat mencapai sekitar Rp7,32 mil
Serangan siber menyasar sistem pendingin supermarket di tujuh negara Eropa. Suhu kulkas naik dan stok makanan terancam rusak.