Kadin dan UGM Jalin Kerja Sama
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin sinergi dengan Perguruan Tinggi.
Wisatawan asing masih minim di pantai Parangtritis, Kretek.
Harianjogja.com, BANTUL---Wisatawan asing masih minim di pantai Parangtritis, Kretek. Saat ini wisatawan di pantai Parangtritis masih didominasi wisatawan lokal terutama DIY dan Jawa Tengah.
Kordinator Tempat Pemungutan Retribusi (TPR), pantai Parangtritis, Rokhmad Ridwanto mengatakan selama liburan Natal sangat sepi wisatawan. "Saya malah belum melihat sepertinya ada wisatawan asing datang liburan Natal ini," ujarnya Selasa (26/12/2017).
Dirinya menduga untuk wisatawan asing untuk wisata pantai lebih memilih di Bali. Dirinya juga mengaku kurang paham kenapa masih minim minat wisatawan asing ke Parangtritis. Menurutnya wisatawan asing mulai ada sekitar bulan Agustus namun jumlahnya juga tidak banyak.
Untuk kunjungan wisata di pantai Parangtritis sendiri Sabtu (23/12/2017) sejumlah 16.000. Di hari minggu (24/12/2017) sebanyak 30.200 dan Senin (25/12/2017) sebanyak 25.600. Dominasi wisatawan tersebut masih didominasi wisatawan lokal dari DIY, Jawa Tengah, dan beberapa dari Jakarta.
Sebelumnya Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar), Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengakui segmentasi wisatawan di pantai Parangtritis baru menjangkau wisatawan lokal.
"Pantai Parangtritis padahal namanya lebih terkenal dari Bantul sendiri, tapi sampai saat ini wisatawan masih saja masyarakat sekitar DIY dan Jawa Tengah, wisatawan asing masih minim sekali. Berarti ada yang salah dan perlu dibenahi," ujarnya.
Dikatakan oleh Kwintarto mulai tahun depan dinas akan lebih turun lagi ke Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) agar pembinaan dan pengelolaan wisata lebih baik. Dirinya menilai untuk masalah wisatawan asing memang perlu pendekatan khusus, jangan sampai mengecewakan.
"Diharapkan nantinya, pikiran masyarakat atau pengelola yang sering berpikir seperti ini saja sudah laku, harus diubah agar dapat menjadi lebih baik lagi. Terlebih ke wisatawan asing kalau sekali mereka kecewa sangat dimungkinkan agar menyebar ke rekan-rekannya," ujar Kwintarto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin sinergi dengan Perguruan Tinggi.
Satpol PP Solo bersama tim gabungan menertibkan penjual miras ilegal dan menyita 34 botol minuman beralkohol tak sesuai izin.
PSIM Jogja kalah 1-3 dari Arema FC di Super League 2025/2026. Van Gastel soroti start buruk dan kesalahan individu pemain.
Kominfo menjelaskan tiga peran orangtua dalam melindungi anak di ruang digital sesuai PP Tunas 2025 untuk menciptakan internet aman.
-Pendampingan yang dilakukan Astra Honda Motor terhadap Desa Wisata Krebet, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Bantul mulai menunjukkan dampak
BGN menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tidak membagikan susu formula untuk bayi usia 0-6 bulan dan tetap mengutamakan ASI eksklusif.