Klaim BPJS Ketenagakerjaan Tembus Rp242 Miliar
Pemkab Kulonprogo memastikan bakal meneruskan program bedah rumah pada 2018 mendatang.
Harianjogja.com, KULONPROGO-Pemkab Kulonprogo memastikan bakal meneruskan program bedah rumah pada 2018 mendatang. Program yang menjunjung konsep gotong royong tersebut dinilai efektif menekan jumlah rumah tidak layak huni.
Hal tersebut diungkapkan Bupati Kulonprogo saat meninjau pelaksanaan bedah rumah di Dusun Sidenan, Desa Giripeni, Kecamatan Wates, Kulonprogo, Minggu (24/12/2017) kemarin.
“Bedah rumah memupuk semangat gotong royong yang hidup di masyarakat serta meningkatkan kepedulian sosial, khususnya dalam membantu warga miskin,” kata Hasto.
Program bedah rumah non anggaran pemerintah telah dijalankan sejak 2012 lalu. Setiap penerima bantuan mendapatkan stimulus senilai Rp10 juta dari masyarakat sebagai donatur. Renovasi atau pembangunan rumah tidak layak huni kemudian dikerjakan dengan bergotong royong.
Masyarakat sekitar umumnya juga dengan suka rela memberikan bantuan dalam bentuk material bangunan, tenaga, bantuan konsumsi kerja bakti, dan lainnya.
Hasilnya, sekitar 1.100 unit rumah tidak layak huni telah dibedah sehingga menjadi lebih nyaman ditinggali hingga penghujung tahun 2017.
Jumlah itu justru jauh lebih banyak dibanding program serupa yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kulonprogo, yaitu 502 unit.
Menurut Hasto, peningkatan kualitas rumah tidak layak huni memang tidak bisa mengandalkan dana pemerintah. Keterbatasan anggaran daerah membuat program itu tidak mampu dilakukan secara optimal.
“Dengan ikut sertanya ASN melalui BAZNAS, CSR BUMN, BUMD, maupun perusahaan swasta, serta bantuan dari masyarakat lainnya, jumlah rumah yang bisa dibedah menjadi sangat banyak. Jadi program ini akan dipertahankan,” ujar Hasto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Sleman kembali membuka peluang restorative justice dalam kasus Shinta Komala terkait dugaan penggelapan iPhone 14.
Kasus kekerasan seksual santri di Lombok Tengah mengungkap penggunaan aplikasi khusus gay oleh tersangka berinisial YMA.
Transformasi ekonomi DIY dinilai tak bisa dipisahkan dari budaya lokal yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta.
Satpol PP Solo meminta pedagang olahan daging anjing beralih usaha sesuai Perda Tertib Pangan Kota Solo 2025.
Lima WNI dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan ditahan Israel di perairan Siprus.