Gerakan Ekstrem Seperti Penyakit
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
Karcis Parkir Sepeda Motor Pasar Malam Perayaan Sekaten yang Rp2.000 lebih mahal dari yang ditentukan Camat Gondokusuman, Agus Arif, Minggu (12/11/2017). (Beny Prasetya/JIBI/Harian Jogja)
Sultan minta Pemkot bertindak tegas.
Harianjogja.com, JOGJA--Gubernur DIY Sri Sultan HB X meminta Pemerintah Kota Jogja untuk konsisten menegakkan aturan terkait keberadaan parkir ilegal di kawasan Alun-Alun Utara. Pasalnya kawasan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dianggap bagian dari Kota Pelajar.
Jika dalam regulasi disebutkan Alun-Alun Utara bukan tempat untuk parkir, maka yang melanggar seharusnya langsung ditindak. “Itu [parkir] kewenangan kota [Pemkot]. Saya kira Pemkot harus konsisten, kalau memang tidak boleh parkir di Alun-Alun Utara, katakan tidak boleh parkir. Kraton kan ora ngurusi parkir,” ucapnya kepada wartawan di Kompleks Kepatihan, Rabu (27/12/2017).
Meskipun Alun-Alun Utara merupakan kawasan Kraton, tapi Sri Sultan HB X menyatakan area kerajaan adalah bagian dari wilayah kota. Sehingga yang memiliki kewenangan penuh mengontrol adalah Pemkot Jogja selaku pihak yang mengeluarkan regulasi.
Seperti diketahui, beberapa hari terakhir, kasus nuthuk alias penerapant tarif parkir tak wajar terjadi di Alun-Alun Utara ramai diperbincangkan para warganet. Sebab, harga parkir yang dipatok telampau mahal. Untuk mobil Rp20.000 dan kendaraan travel Rp40.000.
http://m.solopos.com/?p=879938">Baca juga : Sudah Nuthuk Harga, Ternyata Parkir di Alun-Alun Utara Tak Seizin Kraton
Dinas Perhubungan Kota Jogja menyatakan hal tersebut sebagai pelanggaran, namun tidak berani memberikan sanksi. Hanya memberi sebatas wejangan dan imbauan. Pasalnya mereka menilai Alun-Alun Utara merupakan kawasan Kraton.
http://m.solopos.com/?p=879815">Baca juga : LIBUR AKHIR TAHUN : Wah, Ada Wisatawan di Jogja Keluhkan Tarif Parkir Rp40.000
Atas kasus yang terus berulang ini, Sri Sultan HB X mengaku telah menghubungi Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti melalui sambungan telepon dua hari yang lalu. “[Saya minta] untuk ditertibkan saja. Jangan terus harganya dinaikkan seenaknya sendiri,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
Pemda DIY siapkan satgas khusus atasi kejahatan jalanan. Libatkan polisi, TNI, BIN hingga BNN.
Kebakaran berulang terjadi di rumah pemotongan ayam di wilayah Mriyan, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, dalam dua hari terakhir.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2. Dirut Ginda Ferachtriawan minta maaf dan siapkan restrukturisasi besar demi kebangkitan tim.
76 Indonesian Downhill 2026 di Bantul berlangsung ekstrem. Andy juara tipis, kelas junior justru catat waktu tercepat.
Warga Boyolali menemukan batu diduga stupa dan prasada. Diduga peninggalan Mataram Kuno abad 8-9, kini diteliti Disdikbud.