Harga Beberapa Bahan Pangan di Sleman Merangkak Naik

Sekar Langit Nariswari
Sekar Langit Nariswari Jum'at, 29 Desember 2017 00:20 WIB
Harga Beberapa Bahan Pangan di Sleman Merangkak Naik

Ilustrasi pedagang cabai (JIBI/Harian Jogja/Dok)

Bahan pangan yang dimaksud antara lain cabai rawit merah, telur ayam, kubis, dan beras IR II

Harianjogja.com, SLEMAN-Sejumlah bahan pangan mengalami kenaikan harga berdasarkan pantauan Pemkab Sleman. Hal itu dipicu pasokan yang menurun karena faktor cuaca, sedangkan kebutuhan masyarakat relatif meningkat.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman Endah Tri Yitnani mengatakan, secara umum ada tren kenaikan dibandingkan harga rata-rata pada bulan sebelumnya. Bahan pangan yang dimaksud antara lain cabai rawit merah, telur ayam, kubis, dan beras IR II. Kenaikannya bervariasi mulai dari 7% hingga 65%, tertinggi untuk tomat.

"Penyebabnya pasokan menurun, intensitas hujan yang meningkat menggangu produksi sayuran dan cabai di daerah sentra penghasilnya yang menyebabkan gagal panen," ujarnya, Kamis (28/12/2017).

Hujan juga menggangu distribusi dan mempercepat proses pembusukan sayuran dan cabai. Sementara, untuk telur, Endah menilai kenaikannya sudah terjadi beberapa waktu belakangan karena rendahnya produksi di tingkat peternak. Apalagi, jumlah permintaan bertambah karena banyaknya perayaan selama akhir tahun ini.

Namun, ia meyakinkan jika ketersediaan barang kebutuhan pokok tetap terjaga dan masyarakat tidak perlu khawatir. Untuk tabung gas LPG 3 kilogram juga diklaim aman karena adanya kuota fakultatif sebanyak 71.560 tabung dari kuota reguler 922.120 tabung.

Sebaliknya, penuruan harga juga terjadi di sejumlah bahan pangan yakni bawang merah, bawang putih, gula pasir, dan daging sapi. Hanya saja, penurunannya tidak signifikan karena hanya berkisar 5% dari harga sebelumnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online