Cuaca DIY Hari Ini 1 Agustus Cerah, Bediding Masih Terasa
BMKG memprakirakan cuaca DIY pada 1 Agustus 2026 cerah sepanjang hari. Bediding masih terasa dengan suhu 21-31 derajat Celsius.
Para aktivis peringati peristiwa Malari.
Harianjogja.com, SLEMAN--Para aktivis memperingati 44 tahun peristiwa malapetaka lima belas Januari (Malari) dengan diskusi bertajuk Mengembalikan Reformasi yang Kita Mau, di University Club, Universitas Gadjah Mada (UGM), Senin (15/1/2018). Diskusi itu membahas berbagai persoalan negara baik dari sisi politik hingga kesenjangan ekonomi.
Aktivis Malari Hariman Siregar menjelaskan, sejak 1974 sebenarnya ia bersama mahasiswa dari UI, ITB, IPB, UGM dan hampir seluruh mahasiswa seluruh Indonesia bertekad mengajukan petisi kepada pemerintah yang otoriter. Waktu itu ia bersama perwakilan mahasiswa lainnya diterima oleh Soeharto sendiri pada Jumat tanggal 11 januari 1974. Ia mengajukan petisi yang intinya masih relevan sampai saat ini.
"Supaya ada pembangunan yang menghapuskan kemiskinan kesenjangan sosial dan keadilan, selain tuntutan hukum lainnya. Kami minta pembangunan itu harus ditujukan untuk golongan terbawah, waktu itu kami selalu mengingatkan contoh kasus Pakistan ada kesenjangan antara Pakistan Barat dan Timur akhirnya pecah menjadi Bangladesh," terang Hariman di UC UGM, Senin (15/1/2018).
Ia mengatakan, persoalan kesenjangan sosial masih terjadi hingga saat ini. Reformasi yang sudah berjalan 20 tahun yang digadang dapat memperbaiki keadaan pun tak sesuai harapan. Padahal, pemerintahan sudah dipilih secara demokratis dan sesuai prosedur, tetai persoalannya tetap sama. "Setelah 20 tahun reformasi dipercepat itu enggak masalah, yang menjadi masalah adalah kenapa kita tidak bisa menjawab soal kemiskinan kesenjangan sosial. Kenapa pembangunan kita terus menerus tumbuh tetapi sasarannya justru memperkaya orang yang sudah kaya," ucap mantan aktivis Dewan Mahasiswa Universitas Indonesia ini.
Budayawan Emha Ainun Nadjib dalam kesempatan itu menyampaikan pentingnya kontrol seorang pemimpin terhadap bawahan. Mengingat, banyak pimpinan yang tidak bisa dengan baik mengontrol anak buahnya hampir terjadi di berbagai institusi. Saat peristiwa Malari terjadi, kata Emha, ia sudah lepas sebagai mahasiswa, tetapi saat reformasi hampir ia berada di berbagai titik penting seperti di Semanggi, mengikuti tahlil bagi korban saat itu.
"Jadi ketika Malari terjadi saya sudah enggak jadi mahasiswa, saya selesai semester satu terus keluar, saya bukan aktivis mahasiswa saat itu hanya aktivis kemiskinan di Malioboro," ucapnya.
Pengamat Politik dari UGM Arie Sujito mengkritik rapuhnya hukum yang disebabkan oleh aparat penegak hukum yang masih dipenuhi dengan banyak masalah. Selain itu demokrasi juga melemah karena hanya bertumpu pada hukum, seharusnya juga bertumpu pada politik dan etik. "Tetapi orang sudah tidak percaya pada parpol," ujar dia.
Malari merupakan pemberontakan mahasiswa pertama terhadap rezim otoriter Orde Baru pada 15 Januari 1974. Perlawanan pertama berujung kerusuhan. Mahasiswa merasa tidak puas terhadap kebijakan pemerintah terkait kerja sama dengan pihak asing untuk pembangunan nasional. Para Mahasiswa menganggap kebijakan Pemerintah kala itu sudah menyimpang dan tidak berhaluan kepada pembangunan yang mementingkan rakyat. Mahasiswa menilai malah dengan kerja sama ini semakin memperburuk kondisi ekonomi rakyat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BMKG memprakirakan cuaca DIY pada 1 Agustus 2026 cerah sepanjang hari. Bediding masih terasa dengan suhu 21-31 derajat Celsius.
IKN akan menjadi percontohan rehabilitasi mangrove melalui Program M4CR dengan target penanaman 1.100 hektare hingga 2027.
Kadin memfokuskan kontribusi pada konsumsi, investasi swasta, dan ekspor yang menopang 92 persen PDB Indonesia, menurut Anindya Bakrie.
Merasa bersalah saat beristirahat? Simak penjelasan psikolog tentang penyebab productivity guilt dan empat cara mengatasinya.
Genmuda ISRI mengusulkan 13 Juli menjadi hari libur nasional sebagai tindak lanjut pengakuan Hari Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Italia menetapkan siaga merah di 19 kota akibat gelombang panas ekstrem, sementara Spanyol mencatat lebih dari 3.800 kematian sejak awal tahun.