15+ Event Jogja Juli 2026, Ini Jadwal Lengkap dan Lokasinya
Deretan event seru di Jogja Juli 2026, mulai dari Kite Festival, Gamelan Festival, konser musik hingga festival literasi. Catat jadwal dan lokasinya di sini!
Gerakan magrib mengaji ini akan diluncurkan pada 20 Januari 2018
Harianjogja.com, SLEMAN-Kecamatan Kalasan akan menerapkan gerakan masyarakat magrib mengaji. Upaya ini dilakukan untuk memaksimalkan peran keluarga untuk mendidik anak-anaknya.
Camat Kalasan Tina Hastani mengatakan, gerakan magrib mengaji ini akan diluncurkan pada 20 Januari 2018. Program tersebut difokuskan bagi keluarga agar bisa berkumpul bersama anak-anak dalam memberikan pendidikan sosial keagamaan. "Gerakan ini untuk muslim. Gerakan untuk nonmuslim juga ada, yakni Senja Keluarga. Programnya sama," jelasnya kepada Harianjogja.com, Selasa (16/1/2018).
Menurut Tina, gerakan tersebut sudah dilakukan sejak 2017 lalu, hanya untuk peresmiannya dilakukan tahun ini. Aktivitas sosial keagamaan dalam keluarga tersebut hanya berlangsung antara magrib hingga isya, sekitar satu jam. Setelah itu, dilanjutkan dengan jam belajar masyarakat. "Gerakan ini mendapat dukungan baik dari tokoh agama muslim maupun nonmuslim," ujarnya.
Dengan gerakan ini, diharapkan keluarga memiliki kesempatan untuk membangun dan memperbaiki karakter anak dari aspek keagamaan. Gerakan ini juga melengkapi gerakan lainnya yang lebih dahulu diluncurkan, yakni Gerbang Asa atau gerakan membangun karakter anak bangsa. Meski belum terlihat hasilnya, tetapi Tina meyakini kedua gerakan ini nanti dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Menurutnya, kesibukan orang tua seringkali memicu anak mencari ketenangan di luar rumah dan akhirnya membentuk komunitas-komunitas. Kalau komunitas yang dibentuk berlaku positif tidak masalah, tetapi yang sering muncul justru komunitas yang meresahkan seperti aksi klitih.
Untuk itu, kedua gerakan tersebut akan diterapkan di Kecamatan Kalasan untuk pembentukan karakter agamis untuk memfilter berbagai pengaruh buruk masuk kepada anak-anak. "Gerbang Asa tahun lalu pernah meredam aksi klithih di Kalasan, tapi saat ini muncul lagi," katanya.
Sebelumnya, Kepala KUA Kalasan R Agung Nugraha menjelaskan, Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji merupakan implementasi dari Instruksi Gubernur DIY No.5/1997 tentang Gerakan Pemahaman dan Pengamalan Isi Kandungan Al Qur'an (GPPA). Gerakan ini juga dapat menjadi kanal bagi generasi muda untuk mendapatkan lingkungan yang baik.
"Fenomena kenakalan remaja berupa vandalisme dan perilaku klithih yang akhir-akhir ini marak antara lain disebabkan fungsi keluarga mulai memudar dan jauhnya remaja dari agama," katanya.
Agung berharap, selama gerakan ini diterapkan anak-anak tidak nongkrong atau nglitih, tetapi memanfaatkan waktu tersebut di masjid dengan mengikuti jamaah maghrib hingga isya. Bisa juga diisi dengan kegiatan positif lainnya bersama keluarga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Deretan event seru di Jogja Juli 2026, mulai dari Kite Festival, Gamelan Festival, konser musik hingga festival literasi. Catat jadwal dan lokasinya di sini!
DPRD Kulonprogo meminta evaluasi Sekolah Rakyat setelah sejumlah siswa mundur. Pendampingan psikolog dinilai penting untuk mendukung adaptasi anak.
Stray Kids kembali mencetak sejarah di Billboard 200. "This & That" jadi album ke-9 mereka yang debut di posisi No. 1, menyamai rekor Rolling Stones. Baca selen
MotoGP berencana mengurangi jumlah seri di Eropa dan memperluas balapan ke berbagai negara demi menciptakan kalender yang lebih global.
Di tengah riuh dan ketidakpastian kondisi ekonomi yang dihadapi bersama, sebuah momen menyentuh terjadi di kawasan Nol Kilometer Yogyakarta.
OpenAI diproyeksi meraih pendapatan Rp713 triliun pada 2026. Pertumbuhan terbesar datang dari pelanggan korporasi dan bisnis iklan AI.