Kemenhut Pastikan Penanganan Kebakaran TNBTS Berjalan Terpadu
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
Arsitek tengah merancang model pemasangan reklame.
Harianjogja.com, JOGJA---Pemerintah Kota Jogja tengah menyiapkan Peraturan Wali Kota (Perwal) tentang penataan reklame di sepanjang Jalan Margo Utomo dan Jalan Malioboro. Perwal itu nantinya akan mengatur penyeragaman reklame di sepanjang jalan dari Tugu Jogja hingga Kraton.
"Dengan pertimbangan estetika agar fasad [muka bangunan] terlihat, ukuran papan nama toko di Malioboro akan diseragamkan," kata Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti, di Balai Kota Jogja, Rabu (17/1/2018).
Haryadi mengatakan penyeragaman ukuran papan nama toko itu disesuaikan dengan ukuran fasad dari toko-toko tersebut. Pemasangan papan nama juga tidak diperkenankan melintang atau menghadap ke arah utara dan selatan. Untuk toko di sisi timur, maka papan nama harus menghadap ke arah barat. Demikian sebalikan toko di sisi barat, papan namanya menghadap ke arah timur.
Menurut dia, aturan tersebut sebenarnya sudah ada, namun perlu direvisi terutama soal ukuran papan nama dan penyeragamannya. Penyeragamannya seperti apa? Haryadi mengaku masih akan digodok oleh para arsitek.
Haryadi mengatakan di era kemajuan teknologi seperti saat ini, untuk kawasan Malioboro, papan nama besar tidak terlalu penting, karena sudah banyak aplikasi daring yang memandu nama-nama toko di sepanjang kawasan Malioboro. "Papan nama toko hanya penegasan," ujar Haryadi.
Lebih lanjut, wali kota periode kedua ini juga berencana menata reklame di sepanjang Jalan Margo Utomo. Ia menilai masih ada reklame yang melintang di ruas jalan tersebut. Berbeda dengan kawasan Malioboro yang penataannya sudah menyentuh aspek fisik, untuk Jalan Margo Utomo masih dalam tahap penataan reklame. Artinya tahun ini belum ada penataan fisik di ruas jalan yang dulu bernama Jalan Mangkubumi tersebut.
Dalam waktu dekat, Haryadi mengaku akan mendekati sejumlah pengusaha di Jalan Margo Utomo terkait rencana penataan reklame, "Untuk fisik kemungkinan tahun depan, tahun ini hanya penataan reklame di Jalan Margo Utomo," ungkap Haryadi.
Ia menyatakan penataan tersebut selaras dengan penataan yang dilakukan Pemda DIY untuk mengembalikan sumbu filosofis DIY mulai dari Tugu hingga Kraton.
Ketua Paguyuban Pengusaha Malioboro, Suryadi Suryadinata menyambut baik rencana penataan reklame tersebut. Sebab selama ini ciri khas Malioboro tertutup papan nama toko. "Sekarang masih kelihatan compang camping," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
Suahasil Nazara resmi menjadi Menkeu menggantikan Purbaya. Keberlanjutan pembiayaan Kopdes menghadapi jatuh tempo Rp40 triliun.
Sebanyak 189.473 warga Sleman menerima MBG hingga 16 September 2026. Belum ada sekolah yang dicoret dari daftar penerima.
Kutu kebul menyerang 2.000 batang melon petani di Banguntapan, Bantul. Tanaman gagal panen dan menyebabkan kerugian jutaan rupiah.
Cara beli iPhone 18 secara online dan offline di iBox, Digimap, Hello Store, dan Blibli lengkap dengan metode pembayaran.
Sebanyak 252 penerima bansos Gunungkidul membuat pernyataan berhenti judi online. Total 9.921 penerima terindikasi judi online pada 2026.