6 Manfaat Stroberi untuk Kesehatan, Kaya Antioksidan
Stroberi kaya vitamin C, serat, dan antioksidan. Simak 6 manfaatnya untuk imunitas, jantung, hingga mencegah penyakit kronis.
Banyak warga bikin KIA karena termakan kabar hoaks.
Harianjogja.com, SLEMAN--Tingginya antusiasme masyarakat membuat kartu identitas anak (KIA) di Sleman salah satunya disebabkan oleh kabar hoaks. Kabar burung tersebut beredar di masyarakat sekitar dua pekan lalu. Kabar hoaks tersebut berbunyi ; Bapak/ibu yg punya anak/cucu/saudara yg berumur 1-17 tahun wajib mengurus KIA atau Kartu Identitas Anak karena fungsi kartu ini serupa dengan KTP.
Syaratnya
1. akta lahir asli + foto copy
2. KK orang tua
3. KTP ayah + ibu asli dan foto copy
4. Foto 3x4 (umur 5 tahun k bawah tdk perlu)
Perlu diketahui untuk pendaftaran sekolah dan seluruh keperluan yg menyangkut kependudukan sekarang perlu melampirkan KIA.
Monggo yg belum mengurus bisa langsung ke Dispenduk.
Tidak perlu pengantar RT/RW
Silahkan di share ya.
Tidak jelas siapa awalnya yang menyebarkan kabar tersebut. Yang jelas, kabar yang sudah tersebar di masyarakat itu mendorong warga berbondong-bondong ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Sleman. Salah satunya, Suranta, warga Condongcatur, Depok. Akibat kabar tersebut, dia mengurus KIA anaknya yang akan masuk sekolah tahun ini. "Ya karena kabar itu. Ternyata hoaks. Tapi enggak masalah, yang penting sudah mengajukan," katanya kepada Jumat (19/1/2018).
Kepala Disdukcapil Sleman Jazim Sumirat mengakui adanya kabar hoaks tersebut. Akibatnya, masyarakat beramai-ramai mendatangi Disdukcapil. Padahal katanya, Dinas Pendidikan Sleman tidak mensyaratkan KIA sebagai bagian yang disyaratkan untuk mendaftar ke lembaga pendidikan. "Saat rakor pelayanan publik Rabu (17/1/2018) kabar itu sudah dibantah Disdik. Penerimaan peserta didik baru di Sleman saat ini tidak mensyaratkan KIA melainkan Akta Kelahiran dan Kartu Keluarga," katanya.
Hal senada disampaikan Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Sleman, Endang Mulatsih. Sejak kabar hoaks itu beredar, jumlah warga yang mengurus KIA melonjak. Jumlahnya antara 500-800 orang. "Kami sempat kewalahan. Kami imbau agar masyarakat tidak buru-buru mengajukan pembuatan KIA akibat kabar burung itu," ujarnya.
Dia mengatakan, beberapa kabupaten memang mensyaratkan KIA saat mendaftar sekolah. Seperti di Bantul. Adapun Sleman belum menerapkan KIA sebagai syarat untuk mendaftar sekolah. Di wilayah Sleman sebanyak 265.429 anak masuk dalam daftar pembuatan KIA. Untuk tahap awal, Disdukcapil menyediakan 24.000 blangko. "Jumlah KIA yang kami terbitkan lebih dari 4.000 keping. Kami sediakan tiga alat cetak," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Stroberi kaya vitamin C, serat, dan antioksidan. Simak 6 manfaatnya untuk imunitas, jantung, hingga mencegah penyakit kronis.
Harianjogja.com, JAKARTA—Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi memperkuat tata kelola pembiayaan dengan mengubah mekanisme penilaian aset jaminan seba
Pergeseran anggaran uji tanah Stadion Mandala Krida rampung. DPRD DIY mendorong penyusunan DED dianggarkan pada 2027 sebagai tahapan renovasi stadion.
Isuzu menghadirkan Traga konsep salon berjalan di GIIAS 2026 sekaligus memperkenalkan sistem penyaringan bahan bakar ganda untuk diesel B50.
DPRD DIY mendorong DED sekolah khusus olahraga disiapkan pada 2027 agar target pendirian pada 2028 sesuai Perda Olahraga DIY tercapai.
BMKG mengingatkan potensi hujan petir di Padang dan hujan ringan di sejumlah kota di Indonesia pada Minggu. Simak prakiraan cuaca lengkapnya.