BANDARA KULONPROGO : Ini Jumlah Warga Penolak NYIA yang Masih Bertahan

Uli Febriarni
Uli Febriarni Kamis, 25 Januari 2018 09:40 WIB
BANDARA KULONPROGO : Ini Jumlah Warga Penolak NYIA yang Masih Bertahan

Masih ada warga dari 50 rumah yang menolak NYIA.

Harianjogja.com, KULONPROGO--Sebagian warga penolak pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) hingga kini masih bertahan tinggal di lahan terdampak bandara baru. Kendati proses pembangunan bandara termasuk land clearing alias pembersihan lahan sampai sekarang masih terus berlanjut.

Juru bicara Paguyuban Warga Penolak Penggusuran-Kulonprogo (PWPP-KP) Agus Widodo mengungkapkan saat ini jumlah warga penolak NYIA masih sebanyak 50 rumah, tersebar di Desa Glagah, Desa Palihan dan Desa Sindutan Kecamatan Temon, Kulonprogo.

Aset 50 rumah ini dipisahkan dalam dua kategori, di dalam pagar [pembatas yang dipasang oleh tim proyek NYIA] dan di luar pagar pembatas. Bila dirinci, sebanyak 38 rumah ada di dalam pagar, 12 lainnya berada di luar pagar, namun tanah pertaniannya turut terdampak proyek.

"Sekarang ada dari kami mulai memasang kembali papan penanda yang lebih jelas, agar tidak ada penyerobotan dari pihak proyek. Selain itu larangan agar tidak merusak lahan milik warga," terangnya, Rabu (24/1/2018).

http://m.solopos.com/?p=884639">Baca juga : Warga Penolak NYIA Tanam Pohon dan Patok

Sekretaris Korporasi PT AP I, Israwadi mengungkapkan, PT AP I mengatakan, lembaganya berkewajiban melaksanakan tugas yang dipercayakan pemerintah kepada mereka. Maka PT AP I tetap berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan bandara tepat waktu sehingga dapat dioperasikan pada April 2019.

"Pembangunan NYIA di Kulonprogo merupakan proyek strategis nasional. Bertujuan untuk meningkatkan keselamatan, keamanan, dan pelayanan terhadap pengguna transportasi udara," kata dia, dalam keterangan tertulis kepada awak media.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online