Hajatan FIFGROUP Sleman II Diserbu Pengunjung
Hajatan FIFGROUP Sleman II berlangsung meriah dengan berbagai promo menarik, mulai dari angsuran hemat hingga pembiayaan haji.
Ada sembilan prioritas dalam RKPD 2019
Harianjogja.com, SLEMAN-Pembukaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2019 dimulai Kamis (25/1/2018). Kegiatan tersebut digelar di Aula Bappeda Sleman.
Kepala Bappeda Sleman Kunto Riyanto mengatakan, pembukaan Musrenbang RKPD 2019 tersebut memaparkan prioritas sembilan perencanaan dalam rancangan awal RKPD 2019. Kesembilan prioritas tersebut yaitu pendidikan, kesehatan, penanggulangan kemiskinan, infrastruktur, pengembangan potensi lokal, lingkungan hidup, peningkatan pendapatan masyarakat berpenghasilan rendah, tata kelola pemerintah serta budaya.
"Tema spesifiknya terkait tiga hal yakni isu kemiskinan, daya saing ekonomi lokal dan persoalan ketimpangan sosial yang terjadi," ujarnya beberapa waktu lalu.
Musrenbang 2019 tersebut sengaja dilaksanakan sejak awal karena Pemkab Sleman memiliki target pembahasan APBD 2019 selesai pada November mendatang. "Kami harus cepat tapi tetap cermat agar selesai sesuai target. Kami membudayakan pembahasan APBD selesai setiap November," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hajatan FIFGROUP Sleman II berlangsung meriah dengan berbagai promo menarik, mulai dari angsuran hemat hingga pembiayaan haji.
Prabowo mengapresiasi upacara penurunan bendera HUT Ke-81 RI yang berlangsung tertib dan khidmat di Istana Merdeka.
Korban gempa NTT M7,7 bertambah menjadi 68 orang. BNPB juga mencatat 213 orang luka-luka hingga Senin, 17 Agustus 2026.
Bagi Astra, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini yang mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” menjadi pengingat
Gempa NTT berdampak pada sejumlah infrastruktur, termasuk Pulau Rinca dan Padar. Pemerintah masih mendata kerusakan dan nilai kerugian.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia tidak cukup dimaknai sebagai kedaulatan semata