Kanada Hancurkan Qatar 6-0, Jonathan David Hattrick di Piala Dunia
Kanada menang 6-0 atas Qatar di Piala Dunia 2026. Jonathan David mencetak hattrick dalam laga Grup B.
Cuaca ekstrem diprediksi masih melanda hingga Februari.
Harianjogja.com, SLEMAN--Dalam beberapa hari ke depan, angin kencang masih akan melanda wilayah DIY. Warga diminta mewaspadai adanya pembentukan awan Cumulonimbus (Cb). Hingga awal Februari, fenomena angin kencang dan gelombang masih cukup tinggi.
Kepala Kelompok Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jogja Djoko Budiyono menjelaskan, adanya peningkatan kecepatan angin saat ini terutama di bagian Selatan Jogja disebabkan beberapa hal. Salah satunya dikarenakan adanya perbedaan tekanan udara yang cukup besar antara bagian utara equator (Laut Cina Selatan) yang bertekanan tinggi. Terutama pada permukaan laut (mean sea level pressure) sekitar 1018 hPa, sedangkan tekanan udara di selatan equator, Australia l mencapai 990 hPa. "Perbedaan selisih yang cukup besar itu memicu pergerakan angin yang masuk wilayah Indonesia menjadi lebih besar. Termasuk di DIY," jelasnya kepada Harianjogja.com, Senin (29/1/2018).
Kencangnya angin, lanjut Djoko, diperkuat dengan munculnya beberapa tekanan rendah di Samudera Hindia atau Selatan Jawa sehingga kisaran Australia juga memicu kecepatan angin di Selatan Jawa termasuk DIY menjadi lebih besar. Kecepatan angin di Selatan Jawa, pesisir selatan Jogja bahkan mencapai 15- 25 knot atau 27-46 km perjam. "Ini masuk kategori tinggi," jelasnya.
Dampak angin yang tinggi itu memicu tinggi gelombang berkisar 2.5-4 meter. Kondisi ini, katanya, perlu diwaspadai selama periode puncak musim hujan hingga pertengahan Februari di mana kecepatan angin khususnya di bagian Selatan Jawa masih cukup signifikan.
Hal lain yang masih perlu diwaspadai adalah peluang terjadi hujan yang masih intensif. Mengingat pola angin serta suhu muka laut yang hangat mendukung terjadinya hujan dengan intensitas sedang-lebat. Masyarakat juga perlu mewaspadai adalah hujan yang diakibatkan oleh awan cumulonimbus. "Saat ini jenis awan ini banyak terbentuk. Ciri awan ini kalau hujan skalanya lokal, periodenya singkat namun dampaknya cukup besar seperti hujan lebat yang disertai petir, angin kencang ataupun puting beliung," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kanada menang 6-0 atas Qatar di Piala Dunia 2026. Jonathan David mencetak hattrick dalam laga Grup B.
Tips fashion pria bertubuh besar agar tampil rapi, proporsional, dan stylish dengan pemilihan ukuran, warna, dan potongan pakaian yang tepat.
Butet Kartaredjasa menyerahkan lukisan Jalan Salib bernuansa Jawa kepada Paus Leo XIV di Vatikan sebagai simbol dialog lintas iman dan budaya.
Assim Madibo mendatangi ruang ganti Kanada untuk meminta maaf kepada Ismael Kone setelah tekel keras yang menyebabkan patah kaki di Piala Dunia 2026.
Veda Ega Pratama gagal lolos langsung ke Q2 Moto3 Ceko 2026 usai tergeser di menit akhir sesi Practice di Sirkuit Brno.
Dinkes Kulonprogo mencatat 14 kasus HIV pada remaja. Pemkab perkuat edukasi dan pencegahan untuk tekan penularan.