Gerakan Ekstrem Seperti Penyakit
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
Universitas-universitas besar sudah mulai melakukan
Harianjogja.com, JOGJA-Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (Aptisi) DIY Kasiyarno mengatakan saat ini perguruan tinggi memang harus membuka jurusan yang sesuai dengan revolusi industri generasi keempat.
Ia menyatakan, universitas-universitas besar sudah mulai melakukan. "Paling enggak mengawali dengan kurikulum entrepreneurship," Kamis (1/2/2018).
Namun, menurutnya, kurikulum entrepreneurship yang diberikan perguruan tinggi masih lemah dalam praktik. Karena itu sebagai solusi, dosen yang mengajarkan materi tersebut tidak boleh hanya sebagai akademisi, tapi praktisi yang memiliki pengalaman di dunia usaha.
"Makanya itu pentingnya kerja sama dengan industri. Intinya perguruan tinggi perlu diarahkan untuk merubah mindset mahasiswa, sehingga saat lulus bukan berharap menjadi pekerja kerah putih atau pemerintah, tapi harus dibekali kemampuan berwirausaha," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
Sekolah Rakyat Prabowo resmi beroperasi di 166 lokasi. Sebanyak 15.945 siswa menikmati pendidikan gratis berbasis asrama.
Program MBG menyerap 1,28 juta pekerja dan melibatkan ribuan UMKM serta koperasi dalam rantai pasok pangan nasional.
Pemerintah menambah kuota Magang Nasional 2026 menjadi 150 ribu peserta. Batch I ditargetkan mulai berjalan Juli 2026.
Peminat SNBT UGM 2026 mencapai 84.637 peserta. Sekolah Vokasi, Fakultas Teknik, dan Fisipol jadi fakultas paling diminati.
DPRD Kota Jogja siapkan Raperda Kota Layak Anak dengan melibatkan polisi untuk menangani kenakalan remaja dan kriminalitas anak.