Gerakan Ekstrem Seperti Penyakit
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
Media sosial akan lebih dimanfaatkan
Harianjogja.com, JOGJA-Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata DIY Imam Pratanadi menyatakan, Pemerintah DIY terus berusaha mempromosikan objek wisata di Bumi Mataram ke dunia internasional.
Langkah-langkah yang dilakukan, yakni dengan menyediakan website www.visitingjogja.com dengan bahasa Inggris di tahun 2018.Ke depan, Dinas Pariwisata DIY juga akan lebih memanfaatkan media sosial.
Selain itu, dijalin beberapa kerja sama mislanya dengan Masyarakat Digital Jogja, Generasi Pesona Indonesia Jogja ,dan seluruh pihak terkait. Kerja sama dilakukan untuk memproduksi tayangan-tayangan destinasi dan event yang berplatform internasional untuk ditayangkan pada channel Jogja Tourism Authority.
Kami juga tetap konsisten untuk promosi langsung dengan mengikuti international tour travel exhibition," ucap Imam, Jumat (2/2/2018).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.
KAI Commuter menambah 4 perjalanan KRL Jogja-Palur selama libur Iduladha 2026 dan Hari Lahir Pancasila untuk antisipasi lonjakan penumpang.
ISI Jogja membuka jalur Mandiri 2026 dengan kuota 552 mahasiswa. Kuota penerimaan masih berpeluang bertambah dari sisa SNBT.
Airlangga memastikan ekspor lewat PT Danantara Sumberdaya Indonesia berlaku untuk semua negara tanpa pengecualian.
Tak lolos SNBT 2026? Ini daftar 10 PTS terbaik di Jogja berakreditasi Unggul yang bisa jadi pilihan calon mahasiswa baru.
BGN mengungkap lima kasus penipuan jual-beli titik SPPG Program MBG. Kerugian korban mencapai ratusan juta rupiah.