Hari Jadi Gunungkidul ke-196, Gayeng Guyub dan Tentrem Atine
Hari Jadi Gunungkidul ke-196 mengusung tema Gayeng Guyub, Waras Ragane, Tentrem Atine dengan pesan kebersamaan dan kemandirian daerah.
Ketidaklancaran distribusi pupuk membuat biaya membengkak
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Proses distribusi pupuk masih menjadi kendala bagi pentane di Gunungkidul. Mereka pun berharap kelancaran dalam distribusi bisa dijaga sehingga hasil panen dapat lebih maksimal.
Salah satu harapan agar ada jaminan distribusi pupuk disuarakan oleh Ketua Kelompok Tani Ngudi Mulyo di Desa Bendung, Kecamatan Semin Sakino. Menurut dia, distribusi pupuk belum lancar karena masih ada keterlambatan pengiriman sehingga pasokan ke petani menjadi terganggu.
“Contohnya terjadi pada Oktober lalu saat masa tanam pertama dimulai. Saat itu, pupuk bersubsidi datang terlambat sehingga petani sempat mengalami kesulitan mendapatkan pasokan,” kata Sakino kepada Harianjogja.com, Sabtu (3/2/2018).
Ia mengaku tidak tahu penyebab terjadinya keterlambatan dalam pasokan, apakah terjadi mulai dari tingkat distributor, agen dan pengecer. Menurut Sakino, keterlambatan pasokan akan berpengaruh terhadap masa pemeliharaan tanaman. “Intinya kami berharap agar pasokan terus lancar sehingga upaya pemeliharaan tidak mengalami kendala sehingga panen yang dihasilkan dapat maksimal,” ungkapnya.
Pada saat terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi, para petani terpaksa membeli pupuk dengan harga normal. Kondisi ini pun berdampak terhadap biaya yang dikeluarkan para petani karena harga pupuk non subsidi lebih mahal. “Harganya dua kali lipat lebih mahal dari pupuk bersubsidi. Jadi kalau pasokannya tidak lancar, tidak hanya mengganggu masa pemeliharaan, tapi juga biaya yang dikeluarkan lebih banyak,” imbuhnya.
Untuk mengantisipasi masalah kelangkaan pupuk bersubsidi, para petani di Desa Bendung tidak hanya mengandalkan pupuk nonsubsidi. Namun, pada saat pemeliharaan juga sering memanfaatkan keberadaan pupuk organik cair. “Tapi, masalahnya untuk penggunaan pupuk organik lebih ribet karena penyemprotan yang dilakukan lebih sering ketimbang menggunakan pupuk kimia,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan Ketua Kelompok Petani Dusun Selang III, Selang, Wonosari Sudadi. Menurut dia, keberadaan pupuk sangat penting bagi petani. Oleh karena itu, pemerintah diminta dapat menjamin ketersediaan pasokan.
Sudadi pun berharap dengan adanya kartu tani dapat memberikan manfaat bagi petani. Terlebih lagi, pada prosesnya kartu tersebut akan digunakan sebagai sarana pemeberian bantuan secara langsung ke petani. “Memang saat ini belum difungsikan, tapi kartu tani akan dijadikan sarana pemberian bantuan ke petani secara langsung berdasarkan berdasarkan atas kelompok,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hari Jadi Gunungkidul ke-196 mengusung tema Gayeng Guyub, Waras Ragane, Tentrem Atine dengan pesan kebersamaan dan kemandirian daerah.
Calvin Verdonk menyebut gelar FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi modal berharga Timnas Indonesia menuju Piala Asia 2027 di Arab Saudi.
Jadwal SIM Gunungkidul Selasa 6 Oktober 2026 di Balai Kalurahan Wiladeg. Selain layanan itu ada SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, SIM Keliling, dan layanan malam.
Prabowo menyerahkan urusan bonus Timnas Indonesia usai juara FIFA ASEAN Cup 2026 kepada PSSI dan memuji perjuangan skuad Garuda.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis tersedia enam kali sehari dengan tarif Rp12.000. Simak jadwal pergi dan pulang selengkapnya.
Gempa M 4,6 mengguncang Sumba Barat Daya, NTT, Selasa dini hari. BMKG menyebut gempa tidak berpotensi tsunami dan mengingatkan mitigasi.