3.174 Mahasiswa UII KKN, Semua Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan
Sebanyak 3.174 mahasiswa UII dilepas untuk KKN 2026 dan mendapat perlindungan JKK serta JKM BPJS Ketenagakerjaan selama menjalankan pengabdian.
Mengacu pada spirit dan konsep kiblat papat lima pancer
Harianjogja.com, SLEMAN-Pemetaan kebudayaan di Kabupaten Sleman mulai dipetakan. Konsep pemetaan yang diambil oleh Pemkab Sleman adalah mengacu pada spirit dan konsep kiblat papat lima pancer yang menitikberatkan pada empat arah mata angin dan satu pusat pemerintahan.
Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Sleman Aji Wulantara mengatakan, konsep tersebut berakar pada budaya di masyarakat. Dengan begitu, pembangunan kebudayaan nantinya bisa sesuai dengan kondisi riil serta potensi di masing-masing daerah. "Orang Jawa mengenal konsep kiblat papat lima pancer. Ini pula yang kami bangun untuk Sleman," kata Aji, Senin (5/2/2018).
Atas dasar itulah, kata dia, pembangunan kebudayaan di Sleman dibagi menjadi empat arah. Di timur, pembangunan meliputi Kalasan, Prambanan, Berbah. Kawasan ini memilki magnet sebagai kawasan sejarah candi. "Kesejarahan masa lampau atau belajar dari sejarah dan budaya menjadi magnet untuk pembangunan kebudayaan di wilayah Timur," ujarnya.
Di sisi utara, terdapat magnet Gunung Merapi. Spirit Merapi ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat Cangkringan, Tempel, Pakem, Turi untuk membangun kebudayaan. Banyak aktifitas kebudayaan yang dilakukan masyarakat seperti labuhan Merapi. "Ini menjadi pendorong agar masyarakat terlibat untuk menjaga dan mengkonservasi alam," katanya.
Bagian selatan yang meliputi Kecamatan Gamping, diakui Aji ada peradaban yang lebih tua sebelum lahirnya Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Saat itu, Mangkubumi memiliki pesanggrahan di Ambarketawang. "Ini menjadi spirit pembangunan budaya masyarakat. Apalagi di sana ada tradisi Bekakak, situs Gunung Gamping dan Ambarketawang," ucap Aji.
Sedangkan di wilayah barat seperti Godean, Seyegan, Moyudan dan Minggir sejauh ini memang belum ada penanda khusus yang dimunculkan. Namun jika dilihat dari sudut pandang sosio kultural serta geografis, masyarakat di wilayah Barat Sleman memiliki corak sebagai masyarakat religius, tradisional, agraris dan secara umum masuk kategori suburban.
Bahkan di wilayah Barat Sleman ini, seperti Godean terdapat perbukitan Gunung Berjo, Gunung Ngampon, Gunung Wungkal, dan lainnya. Bukit-bukit tersebut seumuran dengan pegunungan Menoreh yang usianya lebih tua dibandingkan Merapi. "Bahkan rencananya akan ada pembangunan Taman Budaya di sekitar Godean," ujarnya.
Sementara konsep terakhir atau sebagai lima pancer dalam konsep pembangunan kebudayaan di Sleman adalah kompleks pemerintahan Kabupaten Sleman. Sebagai pusat pemerintahan, kecamatan Sleman, Depok, Ngaglik dan Mlati menjadi pancer untuk menyebarkan konsep-konsep kebudayaan ke empat kiblat lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 3.174 mahasiswa UII dilepas untuk KKN 2026 dan mendapat perlindungan JKK serta JKM BPJS Ketenagakerjaan selama menjalankan pengabdian.
Dokter menjelaskan miom dan kista tertentu dapat ditangani dengan operasi tanpa mengangkat rahim melalui teknik bedah minimal invasif.
Harga buyback emas Antam hari ini Rp2,505 juta per gram, naik 6,14% sejak awal 2026 namun masih di bawah rekor Januari.
Bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, pembangunan infrastruktur dalam beberapa tahun terakhir menjadi modal penting untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi
Pembangunan ruas Kretek-Girijati yang dikenal sebagai Kelok 23 ditargetkan selesai pada akhir Agustus 2026. Meski konstruksi segera rampung.
mpatkan kesejahteraan guru sebagai salah satu perhatian pemerintah. Salah satunya melalui pengangkatan guru menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja