BYD M6 Tes Jalan di Bantul, MPV Listrik Tembus 530 Km
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
Masyarakat diimbau tidak melakukan provokasi apapun
Harianjogja.com, JOGJA-Rois Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DIY Kiai Mas'ud Masduki meminta semua pihak tidak terpancing terhadap upaya kelompok yang tidak bertatunggung jawab yang ingin mengadu domba.
Pernyataan tersebut menanggapi kasus penyerangan di Gereja St.Lidwina, Gamping, Sleman, Minggu (11/2/2018) pagi. Dalam kasus tersebut tiga jemaat yang sedang beribadah mengalami luka akibat sabetan senjata tajam.
Mas'ud mengatakan, bangsa Indonesia, dan DIY khususnya sudah berkomitmen membangun kebersamaan dan keharmonisan di tengah kemajemukan. "Kami harap persoalan itu [penyerangan gereja] disikapi sebagai sikap personal, tindakan kriminal. Jangan merembet ke isu-isu lain," kata Mas'ud melalui sambungan telepon, Minggu.
Ia juga meminta aparat bertindak tegas terhadap kelompok-kelompok yang berusaha mengganggu keharmonisan yang sudah terjalin. "Harus diusut tuntas, jangan dibiarkan," kata Mas'ud.
http://m.harianjogja.com/?p=893591">Baca juga : PENYERANGAN GEREJA : TNI Bakal Backup Penuh Penanganan Penyerangan Gereja
Lebih lanjut Mas'ud mengatakan, pemerintah dan aparat penegak, serta semua organisasi kemasyarakatan untuk intensif lagi menggelar silaturahmi. Persoalan toleransi perlu dipupuk pada anak-anak melalui sekolah-sekolah, madrasah, pesantren, dan forum lainnya.
Sementara, Pimpinan Wilayah Muhammadiah (PWM) DIY mengimbau masyarakat tidak melakukan provokasi apapun terkait kasus penyerangan Gereka St Lidwina, Gamping, Sleman, Minggu (11/2/2018).
Ketua PWM DIY Gita Danu Pranata menyatakan, pihaknya menunggu proses penyidikan lebih lanjut yang sedang dilakukan kepolisian untuk mengusut apa yang sebenarnya terjadi di balik kasus penyerangan Gereja St Lidwina. “Kita serahkan kepada aparat untuk menanganinya,” kata Gita, saat dihubungi, Minggu malam.
http://m.harianjogja.com/?p=893732">Baca juga : PENYERANGAN GEREJA : Kondisi Korban Sudah Cukup Baik
Gita menegaskan, tidak ada ajaran agama apapun yang memerintahkan umatnya berbuat kekerasangan. Dia lalu berharap masyarakat tidak terpancing dengan isu-isu tertentu yang berpotensi memperkeruh suasana. Menurutnya, hingga saat ini situasi masih cukup kondusif dan tidak ada pihak-pihak yang menyikapi kasus tersebut dengan ucapan atau tindakan provokatif.
Meski begitu, dia menyadari saat ini pasti sudah banyak dugaan dan berbagai analisis kasus yang berkembang di kalangan masyarakat. Namun, dia tetap berharap semuanya dapat bersikap bijak dan sabar menunggu hasil pemeriksaan pihak berwenang.
“Tadi saya mengisi pengajian di empat tempat. Sudah saya sampaikan kita tidak usah terpancing. Harapannya situasi segera kembali kondusif dan kita bisa selalu menjaga kerukunan umat beragama,” ujar Gita.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
Roberto Carlos dikabarkan memeluk Islam setelah mengucapkan syahadat. Namun, legenda Brasil itu belum memberikan konfirmasi langsung.
Angkatan pertama Program Beasiswa Empowering Papua Sorong Selatan (BEP SORSEL) berbuah manis. Sebanyak tujuh putra-putri terbaik daerah tersebut berhasil lolos
9 negara mencatatkan kenaikan ranking paspor pada 2025-2026. UEA, India, Arab Saudi hingga Pakistan mengalami peningkatan mobilitas.
Masalah sampah di DIY yang terus berdinamika tak hanya dijawab dengan keluhan di Garrya Bianti Yogyakarta
Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja menerima 1.899 mahasiswa baru pada tahun akademik 2026/2027. Mereka terpilih setelah bersaing dengan 12.737 pendaftar dari b