30 Generasi Muda Ikuti Forest Youthverse Summit Regional Pekanbaru
Sebanyak 30 generasi muda terbaik mengikuti Forest Youthverse Summit Regional Pekanbaru yang digelar pada Kamis-Jumat (16-17/7/2026).
Masyarakat diimbau tidak melakukan provokasi apapun
Harianjogja.com, JOGJA-Rois Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DIY Kiai Mas'ud Masduki meminta semua pihak tidak terpancing terhadap upaya kelompok yang tidak bertatunggung jawab yang ingin mengadu domba.
Pernyataan tersebut menanggapi kasus penyerangan di Gereja St.Lidwina, Gamping, Sleman, Minggu (11/2/2018) pagi. Dalam kasus tersebut tiga jemaat yang sedang beribadah mengalami luka akibat sabetan senjata tajam.
Mas'ud mengatakan, bangsa Indonesia, dan DIY khususnya sudah berkomitmen membangun kebersamaan dan keharmonisan di tengah kemajemukan. "Kami harap persoalan itu [penyerangan gereja] disikapi sebagai sikap personal, tindakan kriminal. Jangan merembet ke isu-isu lain," kata Mas'ud melalui sambungan telepon, Minggu.
Ia juga meminta aparat bertindak tegas terhadap kelompok-kelompok yang berusaha mengganggu keharmonisan yang sudah terjalin. "Harus diusut tuntas, jangan dibiarkan," kata Mas'ud.
http://m.harianjogja.com/?p=893591">Baca juga : PENYERANGAN GEREJA : TNI Bakal Backup Penuh Penanganan Penyerangan Gereja
Lebih lanjut Mas'ud mengatakan, pemerintah dan aparat penegak, serta semua organisasi kemasyarakatan untuk intensif lagi menggelar silaturahmi. Persoalan toleransi perlu dipupuk pada anak-anak melalui sekolah-sekolah, madrasah, pesantren, dan forum lainnya.
Sementara, Pimpinan Wilayah Muhammadiah (PWM) DIY mengimbau masyarakat tidak melakukan provokasi apapun terkait kasus penyerangan Gereka St Lidwina, Gamping, Sleman, Minggu (11/2/2018).
Ketua PWM DIY Gita Danu Pranata menyatakan, pihaknya menunggu proses penyidikan lebih lanjut yang sedang dilakukan kepolisian untuk mengusut apa yang sebenarnya terjadi di balik kasus penyerangan Gereja St Lidwina. “Kita serahkan kepada aparat untuk menanganinya,” kata Gita, saat dihubungi, Minggu malam.
http://m.harianjogja.com/?p=893732">Baca juga : PENYERANGAN GEREJA : Kondisi Korban Sudah Cukup Baik
Gita menegaskan, tidak ada ajaran agama apapun yang memerintahkan umatnya berbuat kekerasangan. Dia lalu berharap masyarakat tidak terpancing dengan isu-isu tertentu yang berpotensi memperkeruh suasana. Menurutnya, hingga saat ini situasi masih cukup kondusif dan tidak ada pihak-pihak yang menyikapi kasus tersebut dengan ucapan atau tindakan provokatif.
Meski begitu, dia menyadari saat ini pasti sudah banyak dugaan dan berbagai analisis kasus yang berkembang di kalangan masyarakat. Namun, dia tetap berharap semuanya dapat bersikap bijak dan sabar menunggu hasil pemeriksaan pihak berwenang.
“Tadi saya mengisi pengajian di empat tempat. Sudah saya sampaikan kita tidak usah terpancing. Harapannya situasi segera kembali kondusif dan kita bisa selalu menjaga kerukunan umat beragama,” ujar Gita.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 30 generasi muda terbaik mengikuti Forest Youthverse Summit Regional Pekanbaru yang digelar pada Kamis-Jumat (16-17/7/2026).
Jokowi bertemu Prabowo di Kertanegara pada 6 Oktober 2026. Pertemuan berlangsung tertutup dan berdekatan dengan putusan MK soal Gibran.
Harga cabai rawit di Gunungkidul tembus Rp75.000 per kg. Pasokan menipis setelah petani melewati puncak panen.
iPhone 18 Pro dan Pro Max resmi masuk Indonesia melalui iBox. Pre-order mulai 7 Oktober 2026, harga mulai Rp27,499 juta.
DPR mendukung audit forensik pengelolaan keuangan haji dan menyoroti transparansi dana haji serta skema BPIH 2027.
DPR menggelar uji kelayakan terhadap 15 calon Dewas LPP RRI masa jabatan 2026-2031 pada Rabu, 7 Oktober 2026.