30 Generasi Muda Ikuti Forest Youthverse Summit Regional Pekanbaru
Sebanyak 30 generasi muda terbaik mengikuti Forest Youthverse Summit Regional Pekanbaru yang digelar pada Kamis-Jumat (16-17/7/2026).
Pemerintah diminta tegas kepada setiap kelompok yang berupaya merongrong kedaulatan negara
Harianjogja.com, JOGJA-Ratusan orang dari berbagai elemen masyarakat di DIY merayakan hari lahir lambang negara Garuda Pancasila di Titik Nol Kilometer Jogja, Minggu (11/2/2018) sore. Peringatan tersebut sebagai momentum untuk merawat dan menjaga kesadaran berbangsa bagi setiap warga negara Indonesia.
"Terlebih situasi kebangsaan kita saat ini kerap terkoyak oleh berbagai aksi intoleransi dan tindakan kekerasan yang mengingkari nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika yang sudah final," kata Sugiyanto H Semangun, salah satu penggagas peringatan hari lahir lambang Negara Garuda Pancasila ke-68, Minggu (11/2/2018).
Elemen yang ikut serta dalam aksi ini di antaranya Ikatan Alumni Lemhanas (Ikal), Gerak Pancasila, Rumah Garuda, Djogjakarta 1945, Universitas Pembangunan Nasional (UPN), UNU, Jogja Nyah Nyoh, Pemuda Nusantara, Pramuka, IKPMD, dan Resimen Mahasiswa (Menwa). Pematung Yusman juga turut hadir.
Sugiyanto mengatakan, selama ini yang dia ketahui hampir tidak ada yang memperingati hari lahir lambang negara. Padahal, menurutnya, sangat penting untuk mengingatkan kembali generasi muda terhadap sejarah perjuangan bangsa dan menghayati apa yang tersirat dalam lambang Garuda Pancasila.
Dalam aksi tersebut, mereka juga meminta pemerintah untuk tegas kepada setiap kelompok yang berupaya merongrong kedaulatan negara dan upaya mengganti dasar negara Pancasila, serta menindak kelompok yang kerap mengoyak keharmonisan hidup bermasyarakat.
"Negara harus berani menegakkan hukum dan hadir melindungi semua komponen masyarakat," ujar Sugiyanto, yang juga ketua alumni Lemhanas.
Mereka juga mendesak penyelenggara negara untuk kembali mengajarkan pendidikan Pancasila di semua jenjang pendidikan dari pendidikan anak usia dini hingga perguruan tinggi.
"Mengajak seluruh komponen bangsa untuk terus mengedepankan prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa, persatuan dan kedamaian dalam hidup bermasyarakat, gotong royong tanpa membeda-bedakan suku, ras, agama, dan golongan dalam bingkai NKRI," tambah Widihasto Wasana Putra, peserta aksi bersama peringatan hari lahir lambang negara.
Untuk diketahui, 11 Februari 1950 garuda elang rajawali disetujui dan disepakati oleh panitia perancang gambar lambang negara. Kemudian sesuai pesan Soekarno kepada Sultan Hamid II (Menteri Negara RIS) bahwa lambang negara harus mencerminkan pandangan hidup bangsa dimana sila-sila dari dasar negara, yakni Pancasila divisualisasikan dalam lambang negara.
Maka, beberapa anggota perancang lambang negara mengajukan berbagai simbol yang dianggap merepresentasikan setiap sila Pancasila. Moh Nasir mengusulkan lambang bintang, Sultan Hamid II mengusulkan lambang rantai, RM Ngabehi Poerbotjaraka mengusulkan pohon beringin. Kemudian, kepala banteng diusulkan oleh Moh Yamin dan Ki Hajar Dewantara mengusulkan padi dan kapas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 30 generasi muda terbaik mengikuti Forest Youthverse Summit Regional Pekanbaru yang digelar pada Kamis-Jumat (16-17/7/2026).
Memasuki usia ke-270, Kota Jogja didorong terus memodernisasi kota dengan tetap berpijak pada budaya, sejarah, lingkungan, transportasi publik, dan kawasan rend
Partisipasi Pilur Serentak 2026 Bantul mencapai 73,7%. DPMK menyiapkan evaluasi dan sosialisasi untuk meningkatkan partisipasi pada 2028.
Menko PMK meminta Menpora menghitung tambahan bonus atlet peraih medali emas Asian Games dan Olimpiade serta menyiapkan dana pensiun.
Markus Madjar belum mendapat menit bermain bersama PSS Sleman. Ia fokus meningkatkan fisik dan belajar menghadapi intensitas Liga 1.
Pre-order iPhone 18 Pro dan Pro Max di iBox serta Digimap sudah dibuka. Simak link resmi dan cara pemesanannya di Indonesia.