Satgas Dorong Inovasi Pembiayaan untuk Perkuat Konservasi Taman Nasion
Jakarta, 5 Agustus 2026 — Satuan Tugas (Satgas) Inovasi Pembiayaan Taman Nasional dan Konservasi Spesies Ikonik menggelar dialog bersama para pemimpin redaksi
Pemkot khawatir Ipal Sewon Penuh.
Harianjogja.com, JOGJA--Pemerintah Kota Jogja terus berupaya menyambung jaringan perpipaan air limbah mulai dari sambungan rumah sampai saluran pembawa air limbah menuju instalasi pengolahan ari limbah (IPAL) di Sewon Bantul. Namun, saat bersamaan Pemerintah Kota Jogja juga khawatir IPAL Sewon sudah penuh.
“Pertama dibangun dulu IPAL Sewon kan hanya untuk menampung 25.000 sambungan rumah,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Jogja, Agus Tri Haryono, di Balai Kota Jogja, Senin (19/2/2018).
Data PUPKP Kota Jogja sampai akhir 2017 lalu sudah ada 17.567 yang sudah terlayani sambungan pembuangan air limbah terpusat yang dialirkan ke IPAL Sewon. Data tersebut belum termasuk dari wilayah Sleman dan Bantul. Tahun ini, bahkan PUPKP sudah menganggarkan Rp450 juta untuk melanjutkan layanan sambungan rumah. Selain itu, juga dianggarkan Rp2,47 miliar untuk pembuatan saluran pembawa air limbah di wilayah Suryodningratan dan Sorosutan.
Namun Agus enggan membicarakan lebih jauh soal IPAL Sewon karena bukan kewenangannya. Diketahui IPAL Sewon dibangun melalui hibah dari Pemerintah Jepang dan pengelolaannya kini oleh Pemda DIY. Saat ini, PUPKP fokus melayani sambungan rumah.
Agus mengatakan jumlah 17.567 rumah yang tersambung baru sekitar 21,28% rumah tangga. Sementara 2,66% dilayani IPAL Komunal yang dibangun di 55 lokasi di hampir semua kecamatan, yang sebagian besar di sekitar bantaran sungai. Sementara masih ada sekitar 76 persen rumah tangga yang belum tersambung jaringan IPAL komunal.
“Sebanyak 76 persen rumah tangga [yang belum tersambung IPAL komunal] dilakukan pada lahan masing-masing. Namun kedepan akan dipusatkan juga,” ujar Agus. Renananya, ke depan IPAL komunal juga akan dipusatkan ke IPAL Sewon semua.
Untuk rumah tangga yang masih menggunakan septictank di rumah masing-masing, kata Agus, PUPKP sudah merencanakan untuk melayani pengurasan setiap dua tahun sekali. Pengurasan atau pelumpuran tinja akan dilakukan setelah pendataan semua septictank selesai tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jakarta, 5 Agustus 2026 — Satuan Tugas (Satgas) Inovasi Pembiayaan Taman Nasional dan Konservasi Spesies Ikonik menggelar dialog bersama para pemimpin redaksi
Kebijakan fiskal 2027 tetap pro-growth dengan target pertumbuhan 6% dan defisit 2,4% PDB, namun pemerintah menjaga kehati-hatian fiskal.
Hari Kretek Nasional 2026 diwarnai konsolidasi 15 komunitas yang menghasilkan enam tuntutan terkait regulasi industri kretek.
Kemkomdigi membuka kanal pengaduan kuota internet melalui 159 dan meminta operator memenuhi perlindungan sisa kuota sesuai putusan MK.
Pabrik es KNMP Poncosari Bantul belum optimal karena harga jual dan persaingan es balok, ditambah minimnya hasil tangkapan nelayan.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyebut baru 25 persen sekolah mengajarkan coding dan AI, mulai kelas 5 SD hingga SLTA.