Tertib Arsip Persempit Celah Penyimpangan Anggaran
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Batik Pakualaman juga dipamerkan
Harianjogja.com, JOGJA-Batik Kraton dan Batik Pakualaman dipamerkan di Taman Pintar, Senin (26/2/2018). Salah satu batik yang dipamerkan yakni yang dikenakan GKR Bendara ketika menikah.
Pameran batik ini akan digelar hingga 4 Maret 2018. Dalam pembukaan, Putri Sultan Hamengku Buwono X, GKR Bendara menjelaskan koleksi batik Kraton dan makna di balik pembuatan batik dalam pameran Batik Kraton dan Batik Pakualaman di Taman Pintar, Senin (26/2/2018).
Ada 14 batik Kraton yang dipamerkan dalam pameran yang akan berlangsung sampai 4 Maret 2014 tersebut di antaranya Batik Parang Barong, Semen Wahyu Tumurun, Kothak Grising Jatayu, Ceplok Ratu Ratih, dan Batik Dodot.
Batik Dodot merupakan salah satu batik bermotif Kampuh yang dikenakan Bendara saat pernikahannya dengan KPH Yudanegara pada 2011 lalu. Batik Dodot memiliki panjang sekitar 10 meter dan berat empat kilogram itu dikerjakan selama sembilan bulan oleh sembilan orang.
Dalam kesempatan tersebut Jeng Reni-nama kecil GKR Bendara, menjelaskan soal tata krama penggunaan batik yang sesuai dengan ada Kraton. "Penggunaan batik tidaklah sembarangan," ujar dia.
Selain batik Kraton, ada 12 koleksi batik Puro Pakualaman hasil kreasi Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu (GKBRAy) Adipati Paku Alam X yang dituangkan dari naskah-naskah kuno Puro Pakualaman, salah satunya adalah Batik Asthabrata Jangkep.
Batik ini memuat gambar sepasang naga berhadapan mengapit dupa, yang dimaknai sebagai pengharapan bahwa karakter yang diidealkan adalah bijak, adil, tegas, cermat, kuat, tidak mudah terhasut, memiliki keberanian, dan mengayomi.
Pengunjung tidak bisa membeli dari koleksi batik Kraton dan Pakualaman yang dipamerkan tersebut, kecuali hanya melihat dari dekat. Namun, pengunjung juga bisa praktik membuat batik di area pameran terkait tata cara pembatikan yang dilakukan para pembatik dari Kraton dan Puro Pakualaman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Separator Ring Road Utara sepanjang 1,5 km dibongkar untuk persiapan Tol Jogja-Solo Segmen Purwomartani dan pelebaran jalan.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meluncurkan PKJ untuk perguruan tinggi dan mendorong ilmu lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
“Pendidikan khas Kejogjaan yang hari ini kita luncurkan bersama adalah ikhtiar untuk mempersingkat jarak itu,” tutur Sri Sultan.
Gempa Bantul M3,5 terjadi Kamis sore dan dirasakan di Jogja. BMKG meminta warga tetap tenang serta mengikuti informasi resmi.
Gempa M3,5 mengguncang Bantul dan sekitarnya. BMKG menyebut gempa dangkal dipicu aktivitas Sesar Opak dan tak berpotensi tsunami.