Harga Beras Rendah, Petani Bantul Pilih Simpan Hasil Panen
Pemkab Bantul sedianya bakal memfokuskan program pelatihan One Village One Product (OVOP) untuk komoditas unggulan pisang tahun ini di Kecamatan Kretek
Harianjogja.com, BANTUL-Pemkab Bantul sedianya bakal memfokuskan program pelatihan One Village One Product (OVOP) untuk komoditas unggulan pisang tahun ini di Kecamatan Kretek.
Populasi tanaman pisang di Bantul diklaim mencapai 720.256 batang dengan tingkat produksi 10.803, 84 ton per tahun.
Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikananan Bantul, Pulung Haryadi mengatakan jika pisang memang merupakan buah unggulan Bantul.
“Mudah dibudidayakan di Bantul, juga potensial untuk meningkatkan perekonomian,” katanya ketika dimintai konfirmasi, Senin (12/4/2018). Untuk tahun ini, pihaknya akan fokus pada pengembangan pisang bibit Sidomulyo.
Bukan sekedar penanaman, pengembangan juga dilakukan untuk pemanfaatan daun, pelepah, bonggol, dan buahnya. Masyarakat akan diajak menjual pisang produksinya bukan cuma dalam bentuk segar namun juga polahan. Beragamnya produk olahan pisang saat ini dinilai memberikan potensi akan dampak ekonomi yang bisa dibawa.
Dengan pengolahan yang baik, petani juga bisa mendapatkan keuntungan yang jauh lebih baik. Pengelolaan pisang yang optimal mulai dari pembibitan hingga pemasaran akan memberikan pendapatan yang jauh lebih banyak.
Dampak lainnya juga terciptanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Pulung mengatakan potensi ekonomi ini akan ditopang dengan beberapa kegiatan dari pemerintah termasuk pula pelatihan OVOP atau Produk Andalan Setempat (PAS).
Imawan Eko Handriyanto, Kasie Penyuluhan Disperpautkan Bantul menjelaskan jika program pelatihan PAS akan dilakukan di lokasi sentra berupa pemanfaatan pekarangan, pengembangan pembibitan, festival pisang, pelatihan olahan, promosi, pameran, dan pembangunan outlet pemasaran.
“Pelatihan tahun ini rencananya di Kecamatan Kretek,” tambahnya. Tahun sebelumnya, pelatihan serupa dilakukan di kelompok tani Plebengan, Sidomulyo, Bambanglipuro.
Lebih lanjut, Imawan menerangkan jika di kecamatan itu kini sudah tumbuh berbagai usaha yang memanfaatkan tanaman pisang tersebut. Varietas yang dikembangkan antara lain pisang raja, ambon, koja, dan kapok.
Setiap jenisnya ini memiliki keunggulan tersendiri dengan manfaatnya masing-masing. Hasilnya, pisang tersebut sudah banyak dijadikan olahan seperti ceriping, dodol pisang, sale, kolak, dawet dan carang gesing.
Bahkan, dikatakan jika penjualannya produk asal Bambanglipuro ini sudah sampai ke tingkat nasional. “Harapannya nanti bisa seperti itu pula,” tambahnya.
Perkembangan pariwisata Bantul juga positif juga dinilai menjadi peluang pemasaran yang bisa dimanfaatkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga BBM naik per 17 Mei 2026. Solar BP-AKR dan Vivo tembus Rp30.890 per liter, Pertamax Turbo dan Dexlite juga naik.
Veda Ega Pratama start dari posisi ke-21 Moto3 Catalunya 2026 usai gagal lolos Q2. Rider Indonesia tetap optimistis memburu rombongan depan.
Kevin Diks mencetak gol spektakuler saat Borussia Monchengladbach menghancurkan Hoffenheim 4-0 di Bundesliga 2025/2026.
CEO Aprilia Racing Massimo Rivola mendoakan Marc Marquez cepat pulih meski Aprilia sedang dominan di MotoGP 2026.
WhatsApp bisa membuat memori ponsel cepat penuh. Simak cara membersihkan penyimpanan tanpa menghapus chat penting.