Reformasi Polri Perlu Diperkuat untuk Kembalikan Kepercayaan Publik
Reformasi Polri kembali dibahas. Akademisi UII menilai posisi Polri di bawah Presiden penting untuk menjaga profesionalisme dan independensi.
Penangkapan tersangka bermula dari laporan pemilik kios yang curiga setelah menerima uang pembelian rokok dari tersangka
Harianjogja.com, JOGJA-Satuan Reserse Polsek Umbulharjo menangkap seorang warga Jakarta Barat, Francisco, 39, di Terminal Giwangan, Umbulharjo, Minggu (18/3/2018) malam. Ia diduga mengedarkan uang palsu.
Penangkapan tersangka bermula dari laporan pemilik kios yang curiga setelah menerima uang pembelian rokok dari tersangka. Tersangka membeli dua bungkus rokok dan tisu dengan uang pecahan Rp100.000, sekitar pukul 21.00 WIB.
"Dari laporan itu personel langsung cek lokasi dan membawa tersangka ke Mapolsek untuk dimintai keterangan," kata Kapolsek Umbulharjo, Komisaris Polisi Sutikno, Selasa (20/3/2018).
Sutikno mengatakan, dari hasil pemeriksaan ada tiga lembar uang palsu pecahan Rp100.000 yang sudah digunakan untuk membeli rokok di Terminal Giwangan. Ketiga lembar uang palsu itu sudah disita polisi sebagai barang bukti.
Polisi masih mendalami dari mana tersangka mendapatkan pecahan uang palsu tersebut. Kini tersangka sudah di tahan di Mapolsek Umbulharjo. Ia dijerat Pasal 36 Undang-undang No.7/2011 Juncto Pasal 245 KUHP tentang Peredaran Uang Palsu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Reformasi Polri kembali dibahas. Akademisi UII menilai posisi Polri di bawah Presiden penting untuk menjaga profesionalisme dan independensi.
Emil Audero jadi kiper dengan penyelamatan terbanyak Serie A 2025/2026, ungguli David de Gea dan Mike Maignan.
Uji materi syarat ahli waris dalam pengusulan Pahlawan Nasional HB II diajukan ke MK karena dinilai hambat proses sejarah.
Universitas Oxford kembangkan vaksin Ebola Bundibugyo gunakan teknologi ChAdOx1. Simak proses riset, strategi produksi, dan metode vaksinasi yang akan diterapka
Kaspersky ungkap phishing baru menggunakan QR Code ASCII yang meningkat 5 kali lipat pada 2025 dan mampu menembus sistem keamanan email modern.
GMS Bantul fokus lengkapi izin rumah ibadah usai polemik pembubaran ibadah di Sewon. Pemkab tegaskan larangan intimidasi dan dorong penyelesaian sesuai aturan.