Kebakaran Lahan Dekat Tol Semarang-Solo, 5 Mobil Damkar Dikerahkan
Kebakaran melanda lahan penghijauan dekat Tol Semarang-Solo KM 442. Lima mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api.
Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUP-KP) Sleman menargetkan 1.126 rumah tidak layak huni (RTLH) diperbaiki tahun ini
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUP-KP) Sleman menargetkan 1.126 rumah tidak layak huni (RTLH) diperbaiki tahun ini. Sampai (27/3/2018) proses yang dilakukan masih pada tahap verifikasi penerima bantuan swadaya.
Berdasarkan data dari Tim Nasional Percepatan Penanggunalangan Kemiskinan (TNP2K), pada tahun ini di Sleman terdapat 4.299 RTLH. DPUP-KP Sleman menargetkan untuk membangun 1.126 RTLH agar menjadi rumah layak huni.
Kepala Seksi Perumahan Swadaya Bidang Perumahan DPUP-KP Sleman Suwarsono mengatakan sampai saat ini program tersebut masih dalam proses verifikasi. “Kami masih melakukan verifikasi ke penerima dana swadaya, memastikan dulu kesanggupan penerima itu untuk membangun dengan swadaya,” ujar Suwarsono, Selasa.
Menurutnya, pembangunan RTLH agar menjadi rumah layak huni dilakukan dengan memperhatikan tiga faktor, yaitu keamanan, kesehatan, dan kecukupan ruang. Untuk faktor keamanan, struktur rumah yang tidak kuat akan diperbaiki. Untuk faktor kesehatan, pencahayaan dan sirkulasi udara menjadi jangkauan pembangunan. Sedangkan untuk faktor kecukupan ruang, pembangunan harus memenuhi standar rumah layak huni, yaitu minimal 9 meter persegi.
“Setelah masuk proses verifikasi, nanti melalui SK Bupati, akan ada daftar penerima dana, baru penerima buka rekening, dan pencairan,” kata Suwarsono.
Setelah pencairan, waktu pelaksanaan pembangunan akan diserahkan pada penerima. “Karena ini dana swadaya, dan pemerintah hanya sebatas stimulan saja, pelaksanaannya akan diserahkan pada penerima,” ucapnya.
Pada saat pelaksanaan pembangunan, Suwarno mengatkan akan ada pengawas yang melakukan pendampingan dari tenaga fasilitator lapangan. “Karena pembangunan ini juga harus ada pertanggung jawabannya,” kata Suwarsono.
Suwarsono mengatakan sumber anggaran dari pembangunan RTLH ini dari Dana Alokasi Khusus (DAK), APBD kabupaten, dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Pekerjaan Umum.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran melanda lahan penghijauan dekat Tol Semarang-Solo KM 442. Lima mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api.
Pertamina Patra Niaga meminta masyarakat mengawasi penyaluran Pertalite dan biosolar di tengah gangguan distribusi BBM akibat sungai surut.
Arya Saloka mengungkap pengalaman menjadi cowboy dan belajar berkuda di film Empat Musim Pertiwi yang tayang 8 Oktober 2026.
Kisah mendalam 2.000 pekerja PT Woneel Midas Leathers di Gunungkidul yang memproduksi sarung tangan olahraga kelas dunia hingga rencana ekspansi.
Dosen UGM Cahyaningrum Dewojati mengaku KTP-nya dipinjam untuk formalitas yayasan Little Aresha, tetapi namanya masuk struktur kepengurusan.
15 universitas terbaik di Jawa Tengah versi Webometrics September 2026. Undip menjadi kampus dengan peringkat tertinggi di Jawa Tengah.