Jumlah Koperasi di Gunungkidul Makin Melempem

Jalu Rahman Dewantara
Jalu Rahman Dewantara Rabu, 04 April 2018 09:00 WIB
Jumlah Koperasi di Gunungkidul Makin Melempem

Ilustrasi koperasi.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jumlah koperasi di Gunungkidul makin melempem. Pada 2016, jumlahnya 308 unit dan tahun lalu turun jadi 262 koperasi. Tahun ini bisa makin berkurang karena ada 25 koperasi mati suri yang akan dibubarkan.

Sekretaris Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Gunungkidul Sih Supriyana menuturkan ada 77 koperasi yang dibubarkan sepanjang dua tahun terakhir ini. Untuk yang 25 koperasi itu, pembubaran tinggal menunggu surat keputusan dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.

“Aktivitas usaha dan pelanggaran aturan jadi penyebab koperasi tutup,” ungkapnya, Selasa (3/4). Koperasi-koperasi yang tutup itu padahal sudah berulang kali diberi peringatan untuk menggelar rapat anggota tahunan (RAT) agar terhindar dari penutupan.

Sebelum ditutup, koperasi-koperasi yang tutup juga sudah diberi surat pemberitahuan namun tetap saja tidak bisa menggelar RAT. Upaya pemberitahuan dilakukan sebagai sarana Diskop UKM memberikan upaya pembinaan agar koperasi-koperasi itu hidup lagi.

Kepala Seksi Kelembagaan dan Pengawasan Diskop UKM Gunungkidul Ratna Madyaningtyas mengatakan ada beberapa koperasi yang bangkit dari mati suri setelah mendapat pembinaan dari dinasnya. “Diperbaiki kinerjanya kemudian dibantu permodalannya. Dari situ, koperasi bisa sehat kembali,” ungkapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Galih Eko Kurniawan
Galih Eko Kurniawan Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online