Ilustrasi saluran irigasi. /Solopos-Burhan Aris Nugraha
Harianjogja.com, KULONPROGO-Pemerintah Kecamatan Panjatan mengharapkan Pemerintah Kabupaten Kulonprogo mengeruk sungai-sungai dan jaringan irigasi.
Camat Panjatan, Sudarmanto mengatakan, ada dua sungai yang mengapit wilayah Panjatan dan sejumlah jaringan irigasi sudah mengalami pendangkalan. Akibat penumpukan endapan, ditambah lagi dengan kontur wilayah berupa cekungan dan dataran rendah, maka dipastikan area persawahan dan permukiman warga terendam bajir, bila terjadi hujan berintensitas tinggi.
Sudarmanto juga menyebut, Panjatan merupakan wilayah yang masuk dalam Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) Kulonprogo dengan luas area persawahan 825 Hektare. Menjadi sangat ironis melihat kawasan dengan LP2B terluas, namun langganan banjir. Hal itu berdampak pada rendahnya produksi padi, paska sawah terendam banjir.
"Perhatian Pemkab terhadap infrastruktur pertanian masih kurang. Jangan sampai Panjatan sebagai wilayah dengan LP2B terluas, tapi produksi padi sangat rendah," ujarnya, Rabu (4/4/2018).
Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kulonprogo, Aji Pangaribawa mengatakan, saat ini Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) melakukan normalisasi Sungai Gunseiro dari simpang empat Nagung ke timur sampai Pulo Pete. Langkah itu mutlak dilakukan agar daya tampung sungai lebih memadai untuk mencegah potensi banjir.
"Ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, banjir rutin menggenangi persawahan dan pekarangan warga Panjatan dan sekitarnya. Itu karena pendangkalan dan rusaknya sejumlah tanggul," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.