Maggot Masayu di Bantul Ubah Sisa Dapur Jadi Kas Warga
Warga Kembangputihan, Bantul, mengolah sisa dapur menjadi pakan maggot. Hasil penjualan maggot dimasukkan ke kas untuk kegiatan warga.
Ilustrasi panen padi - ist/ngawikab.go.id
Harianjogja.com, BANTUL–Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul memastikan sektor pertanian di wilayah Bumi Projotamansari tetap stabil meski didera cuaca ekstrem. Hingga saat ini, tidak ditemukan adanya laporan gagal panen (puso) di lahan-lahan pertanian milik warga.
Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo, mengungkapkan bahwa sejumlah wilayah di Bantul justru telah memasuki masa panen padi sejak akhir Februari 2026 lalu.
Fenomena ini diprediksi akan terus berlanjut hingga puncaknya pada panen raya yang diperkirakan berlangsung pada April mendatang.
“Tidak ada laporan gagal panen, di Bantul kondisi aman. Kebetulan sekarang sudah mulai panen sejak akhir bulan kemarin dan akan terus berlanjut sampai April nanti,” jelas Joko, Selasa (10/3/2026). Ia menegaskan bahwa komoditas utama yang tengah melimpah saat ini adalah padi dengan kualitas bulir yang terjaga baik.
Berdasarkan data produktivitas lapangan, rata-rata hasil panen padi di Bantul menyentuh angka sekitar 9 ton per hektare. Capaian ini dinilai sangat positif dan menjadi angin segar bagi para petani lokal di tengah fluktuasi iklim yang tidak menentu belakangan ini.
Kendati kondisi saat ini tergolong aman, DKPP Bantul tetap melakukan pemantauan ketat terhadap dinamika cuaca melalui koordinasi intensif dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi mitigasi bencana kekeringan atau anomali musim yang mungkin terjadi di masa depan.
Pemerintah Kabupaten Bantul juga telah menyiapkan skema antisipasi jika terjadi kemarau panjang, salah satunya dengan mengarahkan petani untuk beralih ke komoditas palawija yang rendah konsumsi air. Hingga berita ini diturunkan, para petani di berbagai kapanewon masih menjalankan pola tanam reguler sesuai kalender musim guna menjaga stabilitas stok pangan daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Kembangputihan, Bantul, mengolah sisa dapur menjadi pakan maggot. Hasil penjualan maggot dimasukkan ke kas untuk kegiatan warga.
Pilur PAW 2026 digelar serentak di 66 kalurahan di tiga kabupaten DIY. Warga diingatkan menjaga ketertiban dan kerukunan.
Disdikpora Jogja meminta sekolah meningkatkan kewaspadaan influenza, pemantauan kesehatan, PHBS, dan deteksi dini untuk mencegah penularan.
Stasiun Lempuyangan ditata menjadi stasiun khusus penumpang. Aktivitas angkutan semen direncanakan pindah ke Stasiun Prambanan.
Bawaslu Bantul mendorong Pilur 2026 bebas politik uang dengan memperkuat gerakan Desa Anti Politik Uang di 30 kalurahan.
Rezza Octavia tersingkir di 16 besar Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Indonesia kembali tanpa medali recurve individu putri.