Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api di Bromo
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Ilustrasi UNBK./Solopos-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, BANTUL--Pemerintah Kabupaten Bantul dan Pemda DIY mengklaim proses ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat sekolah menengah atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA), hari pertama pada Senin (9/4/2018) berlangsung lancar. Tidak ada kendala berarti. Hanya ada satu peserta ujian yang tidak ikut karena sakit.
Siswa yang sakit cacar tersebut adalah siswa SMA Negeri 1 Sewon. "Izin sakit cacar dan terpaksa harus mengikuti ujian susulan pada pekan depan," kata Kepala SMA Negeri 1 Sewon, Marsudiyana, Senin (9/4/2018).
Marsudiyana mengatakan siswa yang sakit cacar tersebut tidak bisa ikut ujian karena dikhawatirkan tidak fokus dalam mengerjakan soal. Selain itu juga dikhawatirkan penyakitnya akan menular kepada peserta ujian lain. "Sehingga harus dikarantina sementara sampai sembuh," ujar dia.
Total peserta UNBK 2018 SMA Negeri 1 Sewon sebanyak 279 siswa. Dari jumlah tersebut empat peserta di antaranya adalah penyandang difabel tuna rungu, tuna netra, dan low vision.
Untuk peserta tuna netra dan low vision ujian berbasis kertas atau paper based di ruang khusus. Sementara tuna rungu tetap ujian berbasis komputer bersama peserta lainnya dengan fasilitas pengawas khusus.
Ujian berbasis kertas baru diselenggarakan pada sesi kedua atau pukul 10.30 WIB karena sekolah dan pengawas baru boleh mengunduh soal ujian pukul 10.00 WIB. Sementara peserta yang menggunakan komputer, termasuk siswa tuna rungu berjalan seperti biasa. Ujian digelar tiga sesi.
Kepala Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Bantul, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY Suhirman mengatakan sejauh ini belum mendapat laporan adanya kendala dalam proses UNBK hari pertama, kecuali satu siswa yang sakit cacar dan harus menunda ujian pada pekan depan.
Ia menyatakan semua siswa diusahakan mengikuti proses ujian di sekolah atau tidak ada yang mengerjakan soal di rumah, termasuk penyandang difabel.
"Sekolah harus menyediakan semua fasilitas ujian bagi siswa karena itu kewajiban pemerintah. Jangan sampai ujian di rumah," kata Suhirman.
Total peserta UNBK SMA di Bantul tahun ini sebanyak 4.487 orang dan MA sebanyak 1.472 orang. Dinas sudah menyediakan pengawas khusus penyandang difabel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, pembangunan infrastruktur dalam beberapa tahun terakhir menjadi modal penting untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi
Pembangunan ruas Kretek-Girijati yang dikenal sebagai Kelok 23 ditargetkan selesai pada akhir Agustus 2026. Meski konstruksi segera rampung.
mpatkan kesejahteraan guru sebagai salah satu perhatian pemerintah. Salah satunya melalui pengangkatan guru menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja
Pegadaian bergerak cepat membantu pemulihan pascagempa di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL)
Cek rute dan tarif Trans Jogja 2026, mulai Rp500 untuk pelajar hingga Rp3.500 untuk pembayaran tunai.