30 Generasi Muda Ikuti Forest Youthverse Summit Regional Pekanbaru
Sebanyak 30 generasi muda terbaik mengikuti Forest Youthverse Summit Regional Pekanbaru yang digelar pada Kamis-Jumat (16-17/7/2026).
Ilustrasi UNBK./Solopos-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, BANTUL--Pemerintah Kabupaten Bantul dan Pemda DIY mengklaim proses ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat sekolah menengah atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA), hari pertama pada Senin (9/4/2018) berlangsung lancar. Tidak ada kendala berarti. Hanya ada satu peserta ujian yang tidak ikut karena sakit.
Siswa yang sakit cacar tersebut adalah siswa SMA Negeri 1 Sewon. "Izin sakit cacar dan terpaksa harus mengikuti ujian susulan pada pekan depan," kata Kepala SMA Negeri 1 Sewon, Marsudiyana, Senin (9/4/2018).
Marsudiyana mengatakan siswa yang sakit cacar tersebut tidak bisa ikut ujian karena dikhawatirkan tidak fokus dalam mengerjakan soal. Selain itu juga dikhawatirkan penyakitnya akan menular kepada peserta ujian lain. "Sehingga harus dikarantina sementara sampai sembuh," ujar dia.
Total peserta UNBK 2018 SMA Negeri 1 Sewon sebanyak 279 siswa. Dari jumlah tersebut empat peserta di antaranya adalah penyandang difabel tuna rungu, tuna netra, dan low vision.
Untuk peserta tuna netra dan low vision ujian berbasis kertas atau paper based di ruang khusus. Sementara tuna rungu tetap ujian berbasis komputer bersama peserta lainnya dengan fasilitas pengawas khusus.
Ujian berbasis kertas baru diselenggarakan pada sesi kedua atau pukul 10.30 WIB karena sekolah dan pengawas baru boleh mengunduh soal ujian pukul 10.00 WIB. Sementara peserta yang menggunakan komputer, termasuk siswa tuna rungu berjalan seperti biasa. Ujian digelar tiga sesi.
Kepala Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Bantul, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY Suhirman mengatakan sejauh ini belum mendapat laporan adanya kendala dalam proses UNBK hari pertama, kecuali satu siswa yang sakit cacar dan harus menunda ujian pada pekan depan.
Ia menyatakan semua siswa diusahakan mengikuti proses ujian di sekolah atau tidak ada yang mengerjakan soal di rumah, termasuk penyandang difabel.
"Sekolah harus menyediakan semua fasilitas ujian bagi siswa karena itu kewajiban pemerintah. Jangan sampai ujian di rumah," kata Suhirman.
Total peserta UNBK SMA di Bantul tahun ini sebanyak 4.487 orang dan MA sebanyak 1.472 orang. Dinas sudah menyediakan pengawas khusus penyandang difabel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 30 generasi muda terbaik mengikuti Forest Youthverse Summit Regional Pekanbaru yang digelar pada Kamis-Jumat (16-17/7/2026).
Jadwal SIM Sleman Oktober 2026 mencakup Satpas, MPP, SIM Keliling Malam, dan SIMMADE. Senin 5 Oktober tersedia di MPP Sleman.
Produksi padi RI mencapai 43,89 juta ton GKG hingga Agustus 2026, naik 0,07 persen meski menghadapi ancaman El Nino.
Prabowo memanggil pimpinan Bakom di Hambalang dan meminta komunikasi pemerintah lebih sederhana, terbuka, serta dekat dengan masyarakat.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY Senin 5 Oktober 2026 tersedia di Prambanan, JCM, dan Ramai Mall. Simak lokasi, jam layanan, dan syaratnya.
Sports tourism Indonesia dinilai punya potensi besar, didukung event internasional dan perubahan gaya hidup masyarakat.